KERINDUAN PERAWAT ISLAM

Oleh : Wahyudi Hermawan

Saudaraku, saya bukanlah orang yang alim, dan juga bukanlah  orang yang tergambar pantas layaknya seorang sholeh yang hidupnya penuh dengan mutiara hikmah. Tetapi seandainya bisa  berbicara mewakili setiap hati dari seorang perawat yang ingin menebarkan cahaya Islam dalam citra pelayanan keperawatan yang sebenar-benarnya, maka izinkanlah saya mengurai kerinduan ini dengan beberapa ungkapan hati yang jujur yang  saya rangkum dalam naskah sederhana berikut ini.

Satukan Tiang Iman Dengan Konsep Keperawatan Islami.

Inilah sebenarnya  landasan dalam bekerja bagi setiap profesi yang  ingin  mencantumkan label Islami di dalamnya. Islami bukanlah sebuah label kosong tetapi lebih dari itu  kata Islami adalah merupakan bentuk komitment dan keberanian hati untuk berusaha  merubah pandangan hidup kita dalam bertindak. Jangan pernah mencabut kembali keberanian itu dalam langkah kita, justru dengan label  itulah kita mulai menilai diri kita dengan seadil-adilnya. Berbicara tentang kejujuran sebuah penilaian sebenarnya bukanlah  orang lain yang pantas menilainya, tetapi diri kitalah yang paling mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya dengan sejujur-jujurnya.

Dirikanlah tiang Iman dalam pelayanan keperawatan di dalam hati kita dengan meyakini bahwa Allah itu ada dan  melihat apa yang kita kerjakan , Allah mendengar apa yang kita katakan dan Allah mengetahui apa yang kita sembunyikan dalam hati kita, kita tidak bisa menipu Allah karena  Allah dekat  dengan kita bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Yakinlah bahwa Allah menciptakan malaikat-Nya dan diantara mereka  ada yang selalu  menemani kita mencatat setiap kebaikan dan keburukan yang kita kerjakan di dunia ini, mencatat kedzaliman yang kita lakukan  kepada pasien, mencatat kekotoran perbuatan kita kepada pasien dan mencatat setiap kejahatan kita kepada siapapun untuk dapat kita pertanggungjawabkan dalam pengadilan-Nya yang maha cermat. Pengadilan dimana mulut tidak dapat berbicara dan semua anggota tubuh kita menjadi saksi atas apa yang telah kita lakukan di dalam hidup kita.

Kita tidak dapat menyalahkan Allah atas kesalahan kita dalam menyikapi hidup. Allah membuat peraturan kehidupan ini  secara utuh dan universal untuk diterapkan dimanapun dan oleh profesi apapun  dalam pandangan manusia. Kita tidak bisa mengatakan bahwa Islam tidak mengatur bagaimana caranya untuk memberikan pelayanan keperawatan bagi orang yang sakit, semua aturannya terangkai begitu indah dalam sebuah bukti yang otentik dari apa yang harus kita yakini kebenarannya. itulah Al-Quran yang seharusnya dapat meyakinkan kita bahwa Allah telah memahami apa yang kita butuhkan dalam hidup ini  dalam bentuk panduan yang tertulis karena manusia sering  memiliki sifat lupa, lalai dan ceroboh. Jangan pernah mengatakan Allah tidak memberikan panduan hidup bagi kita, karena semua itu tidak akan dapat diterima di pengadilan sempurna kelak.

Ketika kita telah meyakini  kebenaran Al-Quran,  seharusnya kita telah mampu menjalankan fitrah hidup ini sebaik-baiknya, tetapi Allah tahu bahwa manusia itu adalah mahluk yang lemah, bodoh dan sering tidak mengetahui apa yang seharusnya dia lakukan dalam hidupnya agar sesuai dengan panduan dalam Al Quran sebagai pedoman hidupnya. maka Allah telah menjadikan Rasull-Nya dari golongan manusia bahwa sebenarnya ada manusia yang mampu menjalankan ahlak  Al Quran secara kaffah, perjalanan kehidupannya, sikap dan tingkah lakunya adalah cerminan Al Quran yang tiada cela.  Rasul adalah manusia seperti kita,  mereka sakit,  mereka sedih, mereka bahagia, dan mereka terluka seperti kita, dan Nabi Muhammad SAW adalah junjungan kita  agar hidupnya  dapat kita jadikan contoh dan tauladan dalam setiap sisi kehidupan kita. Ketika kita hendak melayani pasien, layanilah pasien sebagaimana Muhammad SAW melayani orang yang sakit ketika hidupnya, ketika kita menerima cercaan dari pasien terimalah cercaan itu dengan keikhlasan sebagaimana Muhammad SAW pernah menerimanya dari orang yang tidak memahami siapa dirinya. Kita dan Rasul kita adalah manusia dan Allah tahu semua itu, sehingga tidak ada lagi alasan bahwa  ahlaq Alqur’an tidak dapat dilaksanakan oleh seorang manusia di pengadilan sempurna nanti. Muhammad SAW bukanlah seorang perawat, tetapi jika pasien  bisa memilih, Muhammad memiliki jiwa yang melebihi jiwa seorang perawat, Jiwa peduli, jiwa pembela, jiwa pendidik, jiwa pemimpin, jiwa  negosiator, jiwa inovator jiwa sempurna yang melebihi jiwa perawat terbaik di muka bumi ini.

Setelah empat tiang iman itu (lihat tulisan bercetak tebal) berdiri,  itu belum cukup,   kokohkanlah empat tiang iman itu dengan tiang kelima,  yaitu keyakinan bahwa kita akan menemukan hari akhir, hari dimana kehidupan dunia ini akan terhenti, hari dimana  segala kepalsuan, kemunafikan, dan segala kekurangan dalam sandiwara hidup ini akan terhenti. Itulah hari Kiamat, dimana semua manusia tidak perduli suku, ras agama ataupun antar golongan,  umat terakhir maupun umat terdahulu, semuanya  akan dibangkitkan oleh Allah dalam sekejap. Semua akan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal dan perbuatannya selama hidupnya  di  dunia.  Akan ada pengadilan maha sempurna  yang Allah sediakan untuk kita, dimana  tidak ada kepalsuan di dalamnya, dimana tidak ada kepiawaian logika dalam memutar balikan  fakta, dimana tidak ada keahlian lidah dalam merangkai kebohongan, dimana mulut terkunci dan semua anggota tubuh kita menjadi saksi. saksi yang jujur dan berbicara apa adanya, disitulah kita akan menemukan  jawaban apakah ujung dari  kehidupan kita berakhir dengan penyesalan tiada berujung  dan penderitaan abadi, ataukah berakhir dengan kebahagiaan yang tiada tara serta kenikmatan abadi. Dengan meyakini ini maka seorang perawat dalam memberikan pelayanannya kepada pasien akan mengerti bahwa peran hidupnya telah Allah tetapkan untuk berperan sebagai  seorang perawat yang dengan segala kesusahan, kelemahan dan kesedihannya sebagai seorang manusia tentulah semua itu  pasti akan berakhir,  dan semuanya akan berlomba untuk mengakhirinya dengan kebahagiaan yang tiada tara dan kenikmatan abadi  bersama keridhoan Allah Dzat yang memiliki jiwanya. Semua perawat akan berlomba-lomba menjadikan penderitaan pasien, kesedihan pasien, kesusahan pasien mejadi ladang amalnya  dengan memberikan arti penting kelembutan dan kasih sayang seorang perawat  kepadanya untuk memaknai hidup di dunia  yang mungkin terlalu singkat ini.   Dan demi masa waktu tidak akan pernah kembali, semua orang akan mengalami kerugian dengan apa yang dia lakukan dari jatah waktu untuk hidup di dunia  yang telah Allah berikan kepadanya. kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh….kehadiran pasien adalah ladang yang paling baik untuk mengokohkan tiang iman bagi seorang perawat.

Dan itulah lima tiang Iman itu berdiri dengan kokoh di dalam hidup kita, untuk kita sempurnakan dengan tiang yang terakhir yaitu tiang yang ke enam, tiang yang  harus meyakini bahwa Allah  telah mengatur segala kehidupan ini dengan begitu cermatnya sehingga sehelai daun jatuhpun  Allah telah menetapkan-Nya. Tiada lagi kesedihan bagi seorang perawat dalam menghadapi kehidupannya,  didalam kesusahan, kesedihan, duka dan luka yang paling hebatpun dia tidak akan pernah kehilangan kebahagiaan yang begitu banyaknya telah Allah berikan kepadanya. Hatinya selalu tahu kemana mencari arah jalan menuju kebahagiaan, kapanpun dimanapun dan dalam kondisi apapun. Itu semua terjadi karena dia yakin dengan Qodo dan Qodar manusia, dimana banyak hal yang menurut manusia buruk padahal sebenarnya baik menurut Allah, dan banyak hal yang menurut manusia baik padahal buruk menurut Allah. Dia akan selalu tahu bagaimana berbaik sangka kepad Allah. Dia sadar bahwa Allah menyayanginya, dan menginginkannya kembali kepada-Nya dalam kesucian untuk menjemput kebahagiaan abadi.

Enam tiang iman telah berdiri kokoh dan sempurna, marilah kita jaga agar semua itu tetap kokoh dalam diri kita, diri seorang perawat, diri yang setiap hari selalu dekat dengan kematian, diri yang setiap hari Allah pertontonkan betapa lemahnya mahluk yang bernama manusia itu, diri yang sering mendampingi berbagai macam tabiat pasien dalam menjemput kematiannya, diri yang selalu Allah berikan gambaran betapa hidup ini hanyalah persinggahan belaka. Andai enam tiang iman itu telah berdiri kokoh di hati kita…..percayalah pelayanan keperawatan yang kita berikan kepada pasien tidak akan pernah mengecewakannya, karena itulah sebenar-benarnya landasan dari pelayanan keperawatan yang Islami itu.

Munculkan Karakter Islami Keperawatan dengan  menegakan  tiang Islam  dengan konsekuen.

Setelah kita memahami dan mendirikan tiang Iman  di dalam hati kita, maka wujud nyata dari berdirinya tiang iman itu akan tampak dari berdirinya pula tiang Islam sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan darinya.

Tiang islam yang pertama adalah mengucapkan kesaksian keimanan kita kepada Allah dengan berkomitmen melalui simbol keimanan  yang disebut  dengan syahadat ” Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad  utusan Allah” , seorang perawat yang memiliki komitmen kuat dengan tiang Islam yang pertama ini akan memiliki integritas, merdeka dan tidak merasa rendah diri.   Tidak akan ada hal yang akan menghalangi  ketulusan dan keihlasan perawat tersebut dalam memberikan pelayanan kepada pasien selain nilai-nilai taqwa kepada Tuhan-Nya. Allah-lah yang selalu menjadi tujuan hidupnya, bukan lagi uang meskipun dia membutuhkannya untuk  menyempurnakan ibadahnya di dunia, bukan lagi jabatan meskipun dia   membutuhkan kekuatan untuk menunjukan kebesaran pandangan-pandangan Islam di mata manusia, bukan lagi penghargaan dari manusia meskipun dirinya tidak rela  hidupnya penuh dengan kehinaan.  Perawat yang memiliki komitmen ini akan  mengetahui bagaimana caranya menempatkan dirinya tanpa harus merusak system pelayanan yang  harus dia jalani. Pilihannya selalu jelas, ketika dia ikhlas dalam memberikan  pelayanan maka Allah akan ridho dan ketika dia tidak ikhlas dalam memberikan pelayanan maka Allah tidak akan ridho,  sehingga dia akan selalu mencari dan berusaha menegakkan keikhlasan dimanapun dia berada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: