FORMULA SUKSES MANUSIA

oleh : Wahyudi Hermawan

Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya). (Al An’aam : 151 )

Tidak ada yang susah dimengerti  dari  untaian kalimat indah di atas, semua begitu jelasnya dan  ternyata semua  itu tidak pernah menyadarkan kita bahwa inilah yang sebenarnya harus kita sebut the way of success yang sebenar-benarnya. Inilah  sebenarnya jurus untuk membuat dunia bertekuk lutut kepada kita dan inilah yang sebenarnya akan membuat setiap langkah kita  penuh dengan emas permata.

Formula I

  1. Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia

Arti sederhananya adalah kita tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah, kita tidak boleh  menjadikan hati kita berpaling dari mengingat Allah sebagai tujuan kita, Allah-lah satu-satunya dzat yang paling layak kita sembah, dan tidak ada satupun yang  dapat disejajarkan dengannya apalagi melebihi-Nya.

The way of success :

Orang yang menyadari ini dengan sepenuh hati, dia akan menjadi orang yang merdeka dan  memiliki integritas dalam hidupnya di dunia. Tidak ada satupun yang bisa menaklukannya, tidak untuk uang, tidak untuk harta, dan tidak pula untuk jabatan. Perniagaan sehebat apapun tidak akan pernah melalaikan dia dari mengingat Allah, Uang bukanlah Tuhannya, Uang tidak lebih penting dari Allah.

Ilustrasi  :

Ketika kita menyadari bahwa tujuan hidup kita di dunia adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya dan tiada lagi yang lebih penting darinya, maka apa yang kita lakukanpun akan selalu kita dedikasikan untuk-Nya,  tidak ada satupun perbuatan kita yang terlepas dari niat kita untuk beribadah kepada-Nya.

Seberapa hebatkah kesibukan mengikuti semua urusan duniawi  sehingga ketika adzan memanggil, seolah-olah kita  tidak merasakan dan menyadari bahwa sang Raja Langit dan Bumi telah meminta kita untuk    menghadap-Nya, berdialog dengan-Nya.  Kesibukan kita selama ini pada umumnya  semata-mata hanya untuk mengejar sesuatu yang  berhubungan dengan kehormatan semu, ketakutan semu, penghargaan semu, dan semua yang semu yang sebenarnya tidak lebih penting dari sesuatu yang akan kita temukan apabila kita menjawab panggilan-Nya dengan penuh kesadaran bahwa hidup kita hanyalah untuk-Nya dan beribadah kepada-Nya, serta kerinduan kita akan kebahagiaan adalah ketika kita merasakan sesuatu  dalam suasana yang penuh dengan ketenangan dan kepasrahan, dimana kita dapat  merasakan getaran-getaran yang begitu dalam ketika mendengarkan keindahan dan keagungan ayat-ayatnya yang begitu fasih kita lantunkan di dalam shalat kita, tidakkah kita ingin mencoba  merasakan bagaimana air mata begitu derasnya mengalir  tidak terbendung lagi  disaat kita   menumpahkan segala keresahan hati dan kehampaan jiwa di hadapan-Nya, di hadapan  Pemilik hati dan penggengam Jiwa, dihadapan pemberi kasih sayang, nikmat  dan kebahagiaan bagi mahluknya. Tidakkah  kita ingin terbang  menembus semua batas ruang dan waktu untuk memenuhi kerinduan hati  kita agar atas kebahagiaan untuk  selalu dekat dengan-Nya, merasakan kebahagiaan yang tidak akan pernah dapat dilukiskan dan dirangkai oleh kata-kata terindah manapun di dunia ini. Disanalah sebenarnya hati kita akan merasakan kebahagiaan.

Tapi apa daya  kebahagiaan yang telah Allah tawarkan kepada kita tidak mampu membuat kita melepaskan pakaian dunia yang seolah-olah semua itulah yang akan  membuat kita hidup bahagia dan mendapatkan segala-galanya dari apa yang kita inginkan, Rapat hanya kita hentikan sejenak sekedar hanya untuk  mendengarkan lantunan adzan, tetapi setelah itu  dilanjutkan lagi karena itu tidak lebih penting dari panggilan raja langit dan bumi, perdagangan sayang sekali untuk kita hentikan apalagi apabila kebetulan sedang banyak pembeli,  urusan apapun menjadi lebih penting padahal seandainya kita dipanggil oleh presiden rasanya hanya dipanggil pun  meskipun tidak diberi apa-apa, kita akan merasa senang dan terhormat tiada hingganya apalagi seandainya kita bisa beramah-tamah berdialog dengannya dan berphoto dengannya sambil berjabat tangan dengan kita, semua seolah-olah telah mampu memberikan sesuatu yang membuat kita begitu merasa hebat dan terhormatnya.

Harta, tahta dan wanita telah jelas mengalahkan segala-galanya seolah-olah di era modern ini  sembahan bari manusia tidak terlalu kentara seperti menyembah batu, pohon, hutan, keris atau tombak dan lain sebagainya  meskipun itu juga masih ada,  sembahan baru manusia modern adalah materi sehingga akhirnya segala sesuatu akan selalu diukur oleh materi…..

Islam tidak pernah melarang kita untuk menjadi orang yang bekecukupan dalam materi, Abdurrahman bin Auf adalah sahabat Rasulullah yang kaya, tetapi dengan kekayaannya beliau menjadi  manusia yang dicintai Allah, Usman bin Affan juga khalifah yang kaya, tetapi kekayaannya itu tidak pernah membuatnya terlena diperbudak dunia,  Marilah kita berjuang untuk menjadi seorang muslim yang kaya, karena kita harus kaya. Tetapi dengan catatan bahwa apa yang kita kejar tidak akan pernah melemahkan kita dari tujuan hidup kita di dunia, yaitu semata-mata hanya untuk beribadah kepadanya.

Jangan pernah mempersekutukan Allah dengan menyembah sesuatu yang  tidak pantas untuk kita sembah dengan menenpatkan sesuatu melebihi apa  kecintaan kita kepada-Nya, tidak untuk harta, tidak untuk tahta dan tidak pula untuk wanita.  Marilah kita menjadikan harta sebagai sarana yang akan membuat kita menjadi seorang muslim yang memiliki arti bagi kehormatan agama Allah, marilah kita jadikan tahta kita sebagai sebuah kekuatan untuk mendukung terlaksananya ketentuan yang turun dari Allah, dan marilah kita jadikan wanita sebagai  motivator yang menjadi teman sejati kita dalam mencintai-Nya di dalam hidup kita.

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (AL Baqarah : 201)

bersambung……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: