MENGHADAPI MASALAH KEHIDUPAN

Oleh : Wahyudi Hermawan

Masalah kehidupan adalah satu atau banyak hal yang senantiasa mewarnai setiap fase kehidupan manusia  dalam perjalanan hidupnya di dunia. Tugas yang sangat  mendasar dari kita sebagai manusia adalah bagaimana menyelesaikan masalah itu sehingga buah yang muncul dari penyelesaian masalah itu adalah sesuatu yang   bermanfaat bagi hidup kita, bukan sebaliknya menjadi musibah yang menghancurkan atau paling tidak mengganggu ketenangan hidup kita.

Masalah adalah sesuatu yang membuat seorang  manusia tumbuh menjadi dewasa. Setiap seseorang mampu memecahkan sebuah masalah dalam kehidupannya maka dia akan  mendapatkan satu kedewasaan untuk mengetahui bagaimana menghadapi hidup dari masalah yang  telah dipecahkannya. Begitulah keadilan Allah yang telah diberikan-Nya kepada kita. Ketika seorang manusia berdoa, ya Allah, jadikanlah hamba menjadi orang yang bijaksana, maka Allah tidak akan secara langsung menurunkan sekarung kebijaksanaan dari langit kepada kita, tetapi dengan caranya Allah memberikan kita masalah-masalah kehidupan sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan  kita agar dapat kita  pecahkan dan selesaikan dengan sebaik-baiknya sehingga akan menjadi petunjuk untuk membentuk kita menjadi orang yang bijaksana.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.  ( Al Baqarah : 286)

Karena masalah adalah merupakan bagian yang tidak dapat kita pisahkan dari hidup kita, sudah sewajarnya saat ini kita   mulai memahami bahwa filosopi yang harus kita bangun dalam  menghadapi masalah kehidupan kita adalah segera menyelesaikannya  karena yakin bahwa Allah tidak akan membebani kita dengan sesuatu yang  kita tidak sanggup menghadapinya, jangan pernah  lari dari masalah yang seharusnya kita hadapi karena ketika kita lari  darinya, berarti kita telah membuat masalah itu berubah menjadi sebuah bom waktu yang suatu saat akan meledak untuk kembali menghancurkan ritme kehidupan kita tanpa kita tahu kapan waktu ledakannya akan di mulai.

Ketika kita mampu menyikapi sebuah permasalahan dengan ketenangan dan keyakinan  bahwa kita mampu menyelesaikannya, maka kita akan merubah masalah itu menjadi anugerah dan mampu memetik berbagai  nikmat yang disebut dengan kepuasan, kebanggaan, kepercayaan diri dan atau mungkin kebahagiaan dari kemampuan kita menerima dan menyelesaikan masalah itu sesuai dengan kemampuan kita, tetapi apabila kita tidak mampu menyelesaikannya dengan baik maka mungkin saja masalah tersebut akan berubah menjadi musibah dan lebih hebat lagi apabila masalah  diselesaikan dengan gelap mata, maka yang muncul mungkin sebuah adzab.

Ilustrasi sederhananya   misalnya saya  adalah seorang perawat, ketika saya mempunyai tugas untuk melakukan asuhan keperawatan kepada pasien maka itu adalah kewajiban yang harus saya laksanakan, ketika saya melaksanakannya dengan ceroboh maka akan timbul sebuah masalah, masalah itu adalah misalnya saya dimarahi oleh pasien di depan umum, dan ketika itu terjadi  sudah tentu saya akan merasakan sebuah perasaan seperti malu, merasa direndahkan, merasa dihina, menyangkal, mengakui dengan  kata tetapi, “ saya salah tetapi saya kira cara dia memarahi saya tidak harus seperti itu, saya memang salah tetapi itu bukan karena saya saja, saya salah tetapi itu juga karena pasien yang tidak kooperatif dan tetapi-tetapi lainnya yang  kita keluarkan dengan harapan semoga saya dapat meringankan beban saya dengan berbagi rasa malu bersama  orang lain yang logis kita persalahkan, dan tahukan hasilnya, bukannya  beban menjadi ringan , malah timbul permasalahan baru dimana orang lain merasa rugi sebagai akibat dari kesalahan yang saya lakukan, mereka merasa karena saya mereka akhirnya harus ikut menanggung resiko,  saya kemudia mulai dijauhi, saya kemudia mulai dicap dengan orang yang senang makan tulang kawan sendiri, saya  mulai dicp dengan orang yang tidak bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya, dan mungkin saya kemudian bisa saja dikucilkan dan mungkin saja seseorang yang dikucilkan  hidupnya  menjadi  tertekan dan depresi, menghukum diri dan akhirnya bisa saja bunuh diri  .

Tanggung jawab sebagai seorang perawat adalah masalah yang harus kita selesaikan, ceroboh adalah upaya salah kita dalam menyelesaikan masalah, dimarahi pasien di depan umum adalah musibah dan bunuh diri adalah kebodohan dan gelap mata  yang akan mengundang adzab Allah.

Tahukan anda padahal ketika kita sadar bahwa diri kita adalah seorang perawat maka kita akan menyadari bahwa kita harus memberikan pelayanan kepada pasien dalam upaya memecahkan masalah  pasien yang menjadi tanggung jawab kita, ketika kita berusaha memberikan yang terbaik tetapi tetap saja kita dimarahi pasien, maka itu adalah musibah dan tidak ada rumus apapun yang mampu menghapuskan musibah dalam hidup kita selain menerimanya dengan ikhlas tanpa menggunakan rasionalisasi yang biasanya diawali dengan kata tetapi…..dan ketika kita ikhlas menerimanya sebagai sebuah kesalahan kita sebagai manusia yang memang penuh dan kesalahan, kita akan berani menerima konsekuensi apapun yang harus kita jalani sebagai dampak  dari kesalahan yang kita buat, dan ketika kita  menerima konsekuensi itu dengan ikhlas, seumur hidup mungkin kita tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama, dan itu berate kita telah berhasil mendapatkan satu keeping kebijaksanaan dari cermin kesalahan yang pernah kita perbuat.  Ikhlas adalah perisai yang dapat menghentikan keinginan kita untuk bertindak bodoh dan gelap mata yang bisa mendatangkan adzab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: