ARTRITIS REUMATOID

Atritis Reumatoid (RA) adalah penyakit inflamasi otoimun sendi dan berbagai sistem organ. Pada gangguan ini, inflamasi sinovial menghasilkan antigen dan produk-produk inflamasi yang menyebabkan kerusakan kartlago sendi, edema dan jaringan granulasi (pannus). Pannus membentuk perlekatan pada permukaan sendi dan menopang struktur-struktur seperti ligamen dan tendon, mengakiatkan kontraktur dan ruptur yang mendegradasi struktur  dan mobilitas sendi.

INTERVENSI KEPERAWATAN

PEMANTAUAN

1. Pantau lamanya kekakuan sendi pada saat muncul

2. Pantau tindakan pengontrol yeri

3. Pantau adanya tanda dan gejala yang mengindikasikan reaksi yang merugikan dari obat-obatan, seperti ruam, gejala visual. distress GI

4. Pantau kemampuan fungsional

TINDAKAN KEPERAWATAN MANDIRI

1.    Berikan kompres panas atau dingin pada sendi yang sakit selama 15 menit sampai 20 menit , tiga atau empat kali sehari.

2.    Berikan atau ajarkan pemakaian sendiri agens-agens farmakologik

Anjurkan klien ketika peredaan nyeri yang diharapkan berdasarkan mekanisme kerja obat.

3.    Anjurkan penggunaan tindakan pengendali nyeri tambahan

a. Relaksasi otot progresif

b. TENS

c. Umpan balik biologis.

4.    Anjurkan mandi air hangat di pagi hari setelah bangun tidur untuk mengurangi kekakuan di pagi hari dan mengurangi immobilitas.

5.    Anjurkan tindakan-tindakan untuk melindungi sendi yang sakit :

a. Lakukan latihan rentang gerak (ROM) dengan perlahan

b. Gunakan Bidai

c. Bantu aktivitas hidup sehari-hari (ADL) bila perlu

6.    Anjurkan  latihan yang konsisten dengan tingkat aktivitas penyakit

7.    Rujuk ke terapi fisik dan okupasi

8.    Berikan pereda nyeri sebelum aktivitas perawatan diri

9.    Jadwalkan periode istirahat yang adekuat

10. Bantu klien mendapatkan alat bantu yang sesuai seperti dudukan kloset yang ditinggikan, alat makan khusus dan tarikan resleting.

11.  Waspadai masalah-masalah potensial dalam pekerjaan, perawatan anak, pemeliharaan rumah, dan fungsi-fungsi sosial  dan keluarga yang dapat terjadi akibat RA

12.  Anjurkan pasien untuk mengungkapkan masalah dan perasaannya.

13.  Bantu dengan pendekatan pemecahan masalah untuk mengeksplorasi pilihan dan mendapatkan kontrol area masalah.

BAGAIMANA SEHARUSNYA SEORANG PERAWAT

Professi keperawatan  di Indonesia tumbuh dan berkembang  melalui proses pendewasaan yang panjang sehingga mungkin pada saat ini kita akan menemukan professi ini  tumbuh dengan persepsi beragam dari semua insan yang mengatasnamakan dirinya perawat. Menyikapi hal ini, tidak perlu satu sama lain saling menyalahkan atau merasa paling benar atas pandangannya terhadap profesi ini. Hal yang harus kita pikirkan bersama marilah kita membentuk sebuah pandangan yang sama yang lebih mengutamakan kebersamaan  dan kebanggaan terhadap professi ini.

Ayo sumbangkan saran anda untuk wacana ini.

Kualitas Pelayanan Keperawatan

Pengertian kualitas pelayanan keperawatan
untuk dapat menyelenggarakan pelayanan yang berkualitas, banyak hal yang perlu dipahami, salah satu diantaranya yang dinilai mempunyai peranan yang amat penting adalah tentang apa yang dimaksud dengan kualitas pelayanan.
Kualitas pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh banyak institusi kesehatan hampir selalu dapat memuaskan pasien, maka dari itu sering disebut sebagai pelayanan kesehatan yang berkualitas. Salah satu definisi menyatakan bahwa kualitas pelayanan kesehatan biasanya mengacu pada kemampuan rumah sakit, memberi pelayanan yang sesuai dengan standar profesi kesehatan dan dapat diterima oleh pasiennya. Menurut Azwar (1996) kualitas pelayanan kesehatan adalah yang menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula kualitas pelayanan kesehatan.
Dalam menyelenggarakan upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan dirumah sakit tidak terlepas dari profesi keperawatan yang berperan penting. Berdasarkan standar tentang evaluasi dan pengendalian kualitas dijelaskan bahwa pelayanan keperawatan menjamin adanya asuhan keperawatan yang berkualitas tinggi dengan terus menerus melibatkan diri dalam program pengendalian kualitas di rumah sakit.
Menurut Wiedenback (dalam Lumenta, 1989) perawat adalah seseorang yang mempunyai profesi berdasarkan pengetahuan ilmiah, ketrampilan serta sikap kerja yang dilandasi oleh rasa tanggung jawab dan pengabdian. Sedangkan menurut Karsinah (dalam Wirawan, 1998) perawat adalah salah satu unsur vital dalam rumah sakit, perawat, dokter, dan pasien merupakan satu kesatuan yang paling membutuhkan dan tidak dapat dipisahkan. Tanpa perawat tugas dokter akan semakin berat dalam menangani pasien. Tanpa perawat, kesejahteraan pasien juga terabaikan karena perawat adalah penjalin kontak pertama dan terlama dengan pasien mengingat pelayanan keperawatan berlangsung terus menerus selama 24 jam sehari.
Departemen kesehatan mendefinisikan perawat adalah seseorang yang memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dimana pelayanan tersebut berbentuk pelayanan biologis, psikologis sosial, spiritual yang ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat. Pelayanan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan serta kurangnya pengertian pasien akan kemampuan melaksanakan kegiatan secara mandiri. Kegiatan itu dilakukan dalam usaha mencapai peningkatan kesehatan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan yang memungkinkan setiap individu mencapai kemampuan hidup sehat dan produktif (Aditama, 2002).
Dari batasan-batasan mengenai pengertian tersebut diatas, maka dapat disimpulkan pengertian kualitas pelayanan keperawatan adalah sikap profesional perawat yang memberikan perasaan nyaman, terlindungi pada diri setiap pasien yang sedang menjalani proses penyembuhan dimana sikap ini merupakan kompensasi sebagai pemberi layanan dan diharapkan menimbulkan perasaan puas pada diri pasien.

2. Aspek-aspek kualitas pelayanan keperawatan
Menurut Parasuraman (dalam Tjiptono, 1997) aspek-aspek mutu atau kualitas pelayanan adalah :
a. Keandalan (reliability)
Yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan, jujur, aman, tepat waktu, ketersediaan. Keseluruhan ini berhubungan dengan kepercayaan terhadap pelayanan dalam kaitannya dengan waktu.
b. Ketanggapan (responsiveness)
Yaitu keinginan para pegawai atau karyawan membantu konsumen dan memberikan pelayanan itu dengan tanggap terhadap kebutuhan konsumen, cepat memperhatikan dan mengatasi kebutuhan-kebutuhan.
c. Jaminan (assurance)
Mencangkup kemampuan, pengetahuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki pada karyawan, bebas dari bahaya, resiko, keragu-raguan, memiliki kompetensi, percaya diri dan menimbulkan keyakinan kebenaran (obyektif).
d. Empati atau kepedulian (emphaty)
Meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan konsumen yang terwujud dalam penuh perhatian terhadap setiap konsumen, melayani konsumen dengan ramah dan menarik, memahami aspirasi konsumen, berkomunikasi yang baik dan benar serta bersikap dengan penuh simpati.
e. Bukti langsung atau berujud (tangibles)
Meliputi fasilitas fisik, peralatan pegawai, kebersihan (kesehatan), ruangan baik teratur rapi, berpakaian rapi dan harmonis, penampilan karyawan atau peralatannya dan alat komunikasi.
Sedangkan menurut Depkes RI (dalam Onny, 1985) telah menetapkan bahwa pelayanan perawatan dikatakan berkualitas baik apabila perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan aspek-aspek dasar perawatan. Aspek dasar tersebut meliputi aspek penerimaan, perhatian, tanggung jawab, komuniksi dan kerjasama. Selanjutnya masing-masing aspek dijelaskan sebagai berikut:
a. Aspek penerimaan
spek ini meliputi sikap perawat yang selalu ramah, periang, selalu tersenyum, menyapa semua pasien. Perawat perlu memiliki minat terhadap orang lain, menerima pasien tanpa membedakan golongan, pangkat, latar belakang sosial ekonomi dan budaya, sehingga pribadi utuh. Agar dapat melakukan pelayanan sesuai aspek penerimaan perawat harus memiliki minat terhadap orang lain dan memiliki wawasan luas.
b. Aspek perhatian
spek ini meliputi sikap perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan perlu bersikap sabar, murah hati dalam arti bersedia memberikan bantuan dan pertolongan kepada pasien dengan sukarela tanpa mengharapkan imbalan, memiliki sensitivitas dan peka terhadap setiap perubahan pasien, mau mengerti terhadap kecemasan dan ketakutan pasien.
. Aspek komunikasi
Aspek ini meliputi sikap perawat yang harus bisa melakukan komunikasi yang baik dengan pasien, dan keluarga pasien. Adanya komunikasi yang saling berinteraksi antara pasien dengan perawat, dan adanya hubungan yang baik dengan keluarga pasien.
d. Aspek kerjasama
Aspek ini meliputi sikap perawat yang harus mampu melakukan kerjasama yang baik dengan pasien dan keluarga pasien.
e. Aspek tanggung jawab
spek ini meliputi sikap perawat yang jujur, tekun dalam tugas, mampu mencurahkan waktu dan perhatian, sportif dalam tugas, konsisten serta tepat dalam bertindak.
Joewono (2003) menyebutkan adanya delapan aspek yang perlu diperhatikan dalam pelayanan yaitu :
a. Kepedulian, seberapa jauh perusahaan memperhatikan emosi atau perasaan konsumen.
b. Lingkungan fisik, aspek ini menunjukkan tingkat kebersihan dari lingkungan yang akan dinikmati konsumen, ketika mereka menggunakan produk.
c. Cepat tanggap, aspek yang menunjukkan kecepatan perusahaan dalam menanggapi kebutuhan konsumen.
d. Kemudahan bertransaksi, seberapa mudah konsumen melakukan transaksi dengan pemberi servis.
e. Kemudahan memperoleh informasi, seberapa besar perhatian perusahaan untuk menyajikan informasi siap saji.
f. Kemudahan mengakses, seberapa mudah konsumen dapat mengakses penyedia servis pada saat konsumen memerlukannya.
g. Prosedur, seberapa baik prosedur yang harus dijalankan oleh konsumen saat berurusan dengan perusahaan.
h. Harga, aspek yang menentukan nilai pengalaman servis yang dirasakan oleh konsumen saat berinteraksi dengan perusahaan.
Sedangkan Soegiarto (1999) menyebutkan lima aspek yang harus dimiliki Industri jasa pelayanan, yaitu :
. Cepat, waktu yang digunakan dalam melayani tamu minimal sama dengan batas waktu standar. Merupakan batas waktu kunjung dirumah sakit yang sudah ditentukan waktunya.
. Tepat, kecepatan tanpa ketepatan dalam bekerja tidak menjamin kepuasan konsumen. Bagaimana perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien yaitu tepat memberikan bantuan dengan keluhan-keluhan dari pasien.
. Aman, rasa aman meliputi aman secara fisik dan psikis selama pengkonsumsian suatu poduk atau. Dalam memberikan pelayanan jasa yaitu memperhatikan keamanan pasien dan memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada pasien sehingga memberikan rasa aman kepada pasien.
. Ramah tamah, menghargai dan menghormati konsumen, bahkan pada saat pelanggan menyampaikan keluhan. Perawat selalu ramah dalam menerima keluhan tanpa emosi yang tinggi sehingga pasien akan merasa senang dan menyukai pelayanan dari perawat.
. Nyaman, rasa nyaman timbul jika seseorang merasa diterima apa adanya. Pasien yang membutuhkan kenyaman baik dari ruang rawat inap maupun situasi dan kondisi yang nyaman sehingga pasien akan merasakan kenyamanan dalam proses penyembuhannya.
erdasarkan pandangan beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek kualitas pelayanan keperawatan adalah sebagai berikut : (a) penerimaan meliputi sikap perawat yang selalu ramah, periang, selalu tersenyum, menyapa semua pasien. Perawat perlu memiliki minat terhadap orang lain, menerima pasien tanpa membedakan golongan, pangkat, latar belakang sosial ekonomi dan budaya, sehingga pribadi utuh. Agar dapat melakukan pelayanan sesuai aspek penerimaan perawat harus memiliki minat terhadap orang lain dan memiliki wawasan luas. (b) perhatian, meliputi sikap perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan perlu bersikap sabar, murah hati dalam arti bersedia memberikan bantuan dan pertolongan kepada pasien dengan sukarela tanpa mengharapkan imbalan, memiliki sensitivitas dan peka terhadap setiap perubahan pasien, mau mengerti terhadap kecemasan dan ketakutan pasien. (c) komunikasi, meliputi sikap perawat yang harus bisa melakukan komunikasi yang baik dengan pasien, dan keluarga pasien. Adanya komunikasi yang saling berinteraksi antara pasien dengan perawat, dan adanya hubungan yang baik dengan keluarga pasien.(d) kerjasama, meliputi sikap perawat yang harus mampu melakukan kerjasama yang baik dengan pasien dan keluarga pasien. (e) tanggung jawab, meliputi sikap perawat yang jujur, tekun dalam tugas, mampu mencurahkan waktu dan perhatian, sportif dalam tugas, konsisten serta tepat dalam bertindak.

Sumber : http://klinis.wordpress.com/2007/12/28/kualitas-pelayanan-keperawatan/

oleh : fahlevi Ambadar

KODE ETIK PERAWAT DAN BIDAN INDONESIA

KODE ETIK

KEPERAWATAN

INDONESIA

Keputusan MUNAS VI PPNI

Nomor : 09 MUNAS VI/PPNI/2000

MUKADIMAH

Sebagai profesi yang turut serta mengusahakan tercapainya kesejahteraan fisik,material dan mental spiritual untuk mahluk insani dalam wilayah republik Indonesia, maka kehidupan profesi keperawatan di Indonesia selalu berpedoman kepada sumber asalnya yaitu kebutuhan masyarakat Indonesia akan pelayanan keperawatan.

Warga keperawatan di Indonesia menyadari bahwa kebutuhan akan keperawatan bersipat universal bagi klien (individu,keluarga,kelompok dan masyarakat.), sehingga pelayanan yang di berikan oleh perawat selalu berdasarkan kepada cita cita yang luhur,niat yang murni untuk keselamatan dan kesejahteraan umat tanpa membedakan kebangsaan,kesukuan,warna kulit, umur,jenis kelamin,aliran politik dan agama yang di anut serta kedudukan sosial.

Dalam melaksanakan tugas pelayanan keperawatan kepada klien,cakupan tanggung jawab perawat Indonesia adalah meningkatkan derajat kesehatan ,mencegah terjadinya penyakit,mengurangi dan menghilangkan penderitaan serta memulihkan kesehatan di laksanakan atas dasar pelayanan yang paripura.

Dalam melaksanakan tugas profesional yang berdaya guna dan berhasil guna para perawat mampu dan ikhlas memberikan pelayanan yang bermutu dengan memelihara dan meningkatkan integritas pribadi yang luhur dengan ilmu dan keterampilan yang memenuhi standar serta dengan kesadaran bahwa pelayanan yang di berikan merupakan bagian dari upaya kesehatan secara menyeluruh.

Dengan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa ,dalam melaksanakan tugas pengabdian untuk kepentingan kemanusiaan ,bangsa dan tanah air ,persatuan perawat nasional Indonesia menyadari bahwa perawat Indonesia yang berjiwa pancasila dan berlandaskan UUD 1945 merasa tepanggil untuk menunaikan kewajiban dalam bidang keperawatan dengan penuh tanggung jawab ,bepedoman kepada dasar dasar seperti tertera di bawah ini.

PERAWAT DAN KLIEN

  1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai  harkat dan martabat manusia ,keunikan klien ,dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan kesukuan,warna kulit ,umur ,jenis kelamin,aliran politik dan agama yang di anut serta kedudukan sosial.
  2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghomati nilai nilai budaya adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien.
  3. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.
  4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang di ketahui sehubungan dengan tugas  yang di percayakan kepadanya kecuali jika di perlukan oleh yang berwenang sesuai ketentuan hokum yang berlaku.

PERAWAT DAN PERAKTEK

  1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetinsi di bidang keperawatan melalui belajar terus menerus.
  2. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi di sertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
  3. Perawat dalam membuat keputuskan didasarkan pada informasi yang adekuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.

PERAWAT DAN MASYARAKAT

Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

PERAWAT DAN TEMAN SEJAWAT

1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya,dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

2. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten ,tidak etis dan illegal.

PERAWAT DAN PROFESI

  1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkan dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan .
  2. Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan .
  3. Perawat berpartisifasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

KODE ETIK

BIDAN INDONESIA

Keputusan KONAS IBI X

Nomor : 005/SKEP/KONAS IBI X/1988

MUKADIMAH

Dengan rahmat tuhan yang maha esa dan di dorong oleh keinginan yang luhur demi tercapainya :

v   Masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan    pancasila.

v  Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

v  Tingkat kesehatan yang optimal bagi setiap warga Negara Indonesia,maka    ikatan bidan Indonesia sebagai organisasi kesehatan yang menjadi wadah persatuan dan kesatuan para bidan di indonesia  menciptakan kode etik bidan Indonesia yang di susun atas dasar penekanan keselamatan klien di atas kepentingan lainnya.

Terwujudnya kode etik ini merupakan bentuk kesadaran dan kesungguhan hati dari setiap bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan sebagai anggota tim kesehatan demi tercapainya cita cita pembangunan nasional di bidang kesehatan pada umumnya .KIA/KB dan kesehatan keluarga pada khususnya.

Mengupayakan segala sesuatunya agar kaumnya pada detik detik yang sangat menentukan pada saat menyambut kelahiran insan generasi penerus secara selamat,aman dan nyaman merupakan tugas sentral dari para bidan.

Menyadari tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang terus meningkatkan sesuai dengan perkembangan zaman dan nilai nilai sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat ,sudah sewajarnya etik bidan ini berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945 sebagai landasan idela dan garis garis besar haluan Negara sebagai landasan operasional.

Sesuai dengan wewenang dan peraturan kebijakan yang berlaku bagi bidan,kode etik ini merupakan pedoman dalam tatacara dan keselarasan dalam pelaksanan pelayanan profesional.

Bidan senantiasa berupaya memberikan pemeliharaan kesehatan yang komprehensif terhadap ibu hamil ,ibu menyusui ,bayi dan balita pada khususnya sehingga mereka tumbuh berkembang menjadi insane Indonesia yang sehat jasmani dan rohani dengan tetap memperhatikan kebutuhan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga dan masyarakat pada khususnya.

BAB  I

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP

KLIEN DAN MASYARAKAT

  1. Setiap bidan senantisasa menunjang tinggi ,menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya.dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya.
  2. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh  dan memelihara citra bidan .
  3. Setiap badan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien ,keluarga dan masyarakat .
  4. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien,menghormati hak klien dan menghormati nilai nilai yang berlaku di masyarakat .
  5. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien,keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhannya berdasarkan kemampuan yang di milikinya .
  6. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya ,dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal.

BAB II

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP TUGAS

  1. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripura kepada klien ,keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang di milikinya berdasarkan kebutuhan klien,keluarga dan masyarakat.
  2. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi atau rujukan .
  3. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau di percayakan kepadanyan ,kecuali bila diminta oleh pengadilan atau di perlukan sehubungan dengan kepentingan bidan.

BAB III

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP SEJAWAT

DAN TENAGA KESEHATAN LAINNYA

  1. Setiap bidan harus menjalin hubungan yang baik dengan sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi.
  2. Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya.

BAB IV

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PROFESINYA

1.Setiap bidan menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra

profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan

memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat.

2.Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan

meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3.Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian

dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra

profesinya.

BAB V

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP DIRI SENDIRI

1.Setiap bidan harus memelihara kesehatanya agar dapat

melaksanakan tugas profesinya dengan baik.

2.Setiap bidan seyogyanya berusaha untuk meningkatkan

pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan

ilmu pengetahuan dan teknolgi.

BAB VI

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PEMERINTAHAN NUSA,

BANGSA DAN TANAH AIR

1.Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa melaksanakan

ketentuan ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan,

khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga .

2.Setiap bidan melalui profesinya berpartisifasi dan menyumbang

pemikiranya kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu

jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan

kesehatan keluarga.

BAB VII

PENUTUP

Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik Bidan Indonesia.

DRAFT PEDOMAN PELAYANAN KEPERAWATAN / KEBIDANAN ISLAMI RUMAH SAKIT ISLAM ASSYIFA SUKABUMI

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohamanirrohim,

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

SDM pelayanan keperawatan merupakan salah satu tenaga professional yang memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Islam Assyifa sukabumi,dimana dalam menjalankan tugasnya berlandaskan ajaran islam dan dapat di pertanggung jawabkan secara moral.

Untuk memberikan jaminan mutu moral profesi dan sebagai pengontrol tingkah laku pemberi pelayanan keperawatan,perawat dan bidan Indonesia sebagai masyarakat moral (profesi) telah merumuskan Kode Etik Keperawatan Indonesia dan kode Etik Bidan Indonesia sebagai system nilai profesi yang di anutnya.

Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi sebagai institusi yang telah melibatkan profesi keperawatan dan kebidanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengakui Kode Etik Keperawatan Indonesia dan Kode Etik Bidan Indonesia sebagai sistem nilai profesi yang di anutnya.

Untuk menegaskan konsep dan cirri khas Islami dalam mengaplikasikan  pelayanan keperawatan dan kebidanan di Rumah Sakit Islam Assyifa, maka melalui Sidang Pleno Komite Keperawatan I yang telah dilaksanakan pada hari Selasa Tanggal 16 bulan Juni tahun 2009  telah dirancang sebuah Pedoman Pelayanan Islami Keperawatan dan Kebidanan  sebagai  acuan dalam memberikan pelayanan keperawatan dan kebidanan yang diharapkan akan memunculkan nilai Keislaman secara khusus yang tentunya tetap sejalan dengan nilai yang dianut dan ditetapkan di dalam Kode Etik Keperawatan Indonesia dan Kode Etik Kebidanan Indonesia.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Sukabumi ,Juni 2009

KOMITE KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT ISLAM ASSYIFA

KETUA

Wahyudi Hermawan

PEDOMAN PELAYANAN ISLAMI

KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

DI RUMAH SAKIT ISLAM ASSYIFA SUKABUMI

AHLAK PRIBADI PERAWAT / BIDAN

  1. Salimul Aqidah

Memiliki akidah yang bersih sehingga dalam menghadapi klien selalu berusaha menunjukan sikap empati dengan mengedepankan professionalisme yang sejalan dengan aqidah Islam yang kuat.

  1. Shahihul ibadah

Memberikan pelayanan terbaik kepada klien bukan semata-mata ingin mendapatkan penghargaan, pujian atau pemberian yang bersifat materi dari klien tetapi lebih dari itu adalah untuk beribadah dan mencari Ridho Allah SWT.

  1. Mathinul Khuluq

Memberikan pelayanan kepada klien dengan integritas profesi yang memiliki kekuatan ahlaq yang Islami  yang berorientasi pada pelayanan terbaik bagi klien.

  1. Mutsaqqoful Fikri

Memberikan pelayanan keperawatan kepada klien dengan menggunakan evidence base yang jelas yang dapat dipertanggungjawabkan secara professional sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi.

  1. Qowiyyul Jismi

Memberikan pelayanan kepada klien harus memiliki jasmani yang sehat yang tidak beresiko negatif bagi klien maupun bagi perawat itu sendiri

  1. Qodirun Alal Kasbi

Berhubungan dengan klien dengan mempertimbangkan kemampuan dirinya dalam memberikan pelayanan secara professional, sehingga perawat tidak memberikan pelayanan di luar kompetensinya sebagai seorang perawat.

  1. Munazhzhamun Fi Syuunihi

Bekerja memberikan pelayanan kepada klien dengan konsep yang sistematis dimulai dari Pengumpulan dan analisa data, penentuan diagnosa  keperawatan, merencanakan tindakan keperawatan, melaksanakan tindakan keperawatan dan  melakukan evaluasi keberhasilan asuhan keperawatan.

  1. Mujahadatun Linafsihi

Dalam  berhubungan dengan klien harus mampu mengendalikan hawa nafsunya sehingga selalu memandang pasien  dengan holistic  mencakup kebutuhan Bio, Psiko, Sosial dan Spiritual, dan bekerja  dengan mengedepankan empati.

  1. Haritsun Ala Waqtihi

Dalam  memberikan pelayanan kepada klien harus menghargai waktu  dalam semua fase hubungan dengan pasien dimulai dari fase pra interaksi, orientasi, interaksi dan terminasi.

10. Nafi’un Lighoirihi

Memberikan pelayanan terbaiknya kepada klien harus mampu mampu membangun sebuah persepsi yang dirasakan sebagai sebuah manfaat  yang secara langsung dapat dirasakan oleh klien  sehingga perawat  dapat menjadi seorang care giver, advocate, educator, konselor, kolaburator, coordinator, dan researcher yang dapat membantu klien dalam upaya mencapai tujuannya untuk hidup sehat secara optimal.

LANDASAN KERJA DAN PERILAKU PERAWAT/BIDAN

1. Iman-Islam-Ihsan

a.  Percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kebangkitan dan qadha (peraturan) dan qadar atau kuasa-Nya

b.  Merepresentasikan Keimanannya dengan amal shaleh sesuai dengan syariat Islam

c.  Bekerja dengan konsep Iman dan menggunakan prinsip Ihsan sebagai fungsi control mandiri atas prestasi kinerja yang dicapainya sebagai representasi dari Iman.

d.  Mendirikan dan menjaga shalatnya dan shalat kliennya dalam kondisi  apapun sesuai syaria

2. Taqwa

  1. Bekerja dengan professional untuk    melaksanakan perintah Allah dan menjauhi  larangan-Nya.
  2. Bekerja dengan senantiasa mengendalikan  dorongan emosi dan penguasaan kecenderungan hawa nafsunya dengan memenuhi dorongan itu dalam batas yang diperkenankan oleh ajaran agama.
  3. Bekerja dengan melakukan tindakan yang baik, misalnya berlaku benar, memegang amanah, adil, dapat dipercaya,  dapat menyesuaikan diri dan bergaul dengan orang lain, serta menghindari permusuhan dan kezaliman.

3. Ilmu  ( Professionalime )

  1. Berupaya menerapkan konsep, teori dan prinsip dalam keilmuan yang terkait dalam asuhan keperawatan dengan mengutamakan pedoman pada Al-Qur’an dan Hadits.
  1. Melaksanakan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan Islami melalui kegiatan-kegiatan pengkajian yang  berdasarkan bukti (evidence-based Healthcare).
  2. Mempertanggungjawabkan atas segala tindakan dan perbuatan dengan  berdasarkan   bukti   (evidence-based Healthcare).
  3. Berlaku jujur, ikhlas dalam memberikan pertolongan kepada pasien baik secara individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat dan semata-mata  mengharapkan ridho Allah.
  4. Bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan yang berorientasi pada asuhan keperawatan yang berdasarkan bukti (evidence-based Healthcare).

CIRI KHAS PERAWAT / BIDAN

1. Berpakaian bagi wanita

  1. Seragam menutupi seluruh badan selain wajah dan kedua telapak tangan
  2. Tidak ketat sehingga masih menampakkan bentuk tubuh yang ditutupinya.
  3. Tidak tipis temaram sehingga warna kulit masih bisa dilihat.
  4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
  5. Tidak berwarna mencolok sehingga menarik perhatian orang.
  6. Dipakai bukan dengan maksud memamerkannya.

2. Berhubungan dengan sesama muslim

  1. Memberi bantuan harta dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
  2. Menyebarkan salam
  3. Menjenguknya jika ia sakit
  4. Menjawabnya jika ia bersin
  5. Mengunjunginya   karena Allah
  6. Memenuhi undangannya
  7. Tidak menyebut-nyebut aibnya dan menggunjingnya, secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi
  8. Berbaik sangka kepadanya.
  9. Tidak boleh memata-matai dan mengawasinya, baik dengan mata maupun telinga
  10. Tidak membocorkan rahasianya
  11. Menampakkan perhatian dan kasih sayang kepadanya
  12. Tidak mengghibahnya dan membelanya jika ada seseorang yang mengghibahnya.
  13. Memaafkan kesalahan-kesalahannya
  14. Mendo’akannya dari tempat yang jauh

3. Berhubungan dengan non muslim

  1. Berbuat adil dan baik pada orang non muslim.
  2. Boleh membantu orang non muslim yang menderita
  3. Jangan menghina orang non muslim
  4. Wanita Islam dilarang menikah dengan laki-laki non muslim
  5. Tidak boleh memberi salam kepada orang non muslim
  6. Apabila orang non muslim itu memberi salam, maka jawablah hanya dengan ucapan ‘ Wa’alaikum’

4. Hijab

  1. Perawat wanita memberikan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien wanita
  2. Perawat wanita boleh memberikan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien laki-laki dalam kondisi  khusus atau kegawatdaruratan dimana tidak ada lagi perawat laki-laki yang memungkinkan untuk memberikan bantuan
  3. Perawat laki-laki memberikan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien laki-laki
  4. Perawat laki-laki boleh memberikan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien wanita dalam kondisi  khusus atau kegawatdaruratan dimana tidak ada lagi perawat wanita  yang memungkinkan untuk memberikan bantuan
  5. Perawat memisahkan penempatan ruang perawatan antara pasien wanita dengan pasien laki-laki dewasa, kecuali pasien anak usia 0-7 tahun

TENTANG KAMI KOMITE KEPERAWATAN

Alhamdulillah Struktur Komite Keperawatan Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi akhirnya telah dilantik secara keseluruhan oleh Direktur Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi dr. H.R Asep Hidayat Sugiri MARS pada hari Kamis, 04 Juni 2009 yang telah dihadiri oleh seluruh kepala Divisi Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi.

1. Kepala Divisi Pelayanan Medis             : dr. Deses Eka Karya, MARS

2. Kepala Divisi Keperawatan                    : Amir Hamzah, S.Kep

3. Kepala Divisi Administrasi Umum     : Dra. Susi Bayuwati

4. Kepala Divisi Keuangan                          : M. Ari Haryadi, SE

5. Kepala Divisi SDM                                     : R. Tiyas Priasurti D, SP

6. Kepala Satuan Pengawas Internal      : Tatang Suherman, BSc

Telah terbentang sebuah tantangan baru bagi profesi keperawatan di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi yang harus di jawab oleh Komite Keperawatan  dalam rangka meningkatkan Kualitas dan Mutu Pelayanan Keperawatan. Dalam perjalanannya komite keperawatan adalah merupakan steering comitee yang akan menjadi balancing faktor bagi organizing  comitee  atau seluruh divisi yang memiliki tanggung jawab struktural dalam meningkatkan Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi.

Di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi terdapat dua divisi yang berhubungan secara langsung dengan pelayanan keperawatan, yaitu 1) Divisi Pelayanan Medis yang membawahi empat departemen yang berhubungan dengan pelayanan keperawatan yaitu; Departemen Rawat Inap, Departemen Rawat Jalan, Departemen Gawat Darurat dan Departemen Kamar Bedah. 2) Divisi Pelayanan Keperawatan yang membawahi dua departemen yaitu; Departemen Etika dan Mutu Keperawatan dan Departemen Asuhan Keperawatan.

Dalam perjalanannya ke depan Komite Keperawatan adalah merupakan mitra yang diharapkan dapat membantu memberikan solusi bagi seluruh divisi  baik yang berhubungan  secara langsung dengan pelayanan keperawatan dalam menggerakan roda  organisasi dalam hal iniyang berhubungan dengan  seluruh pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi.

Komite Keperawatan sebagai steering comitee akan menjadi sumber aspirasi seluruh perawat  dalam merancang  dan menentukan kebijakan pelayanan keperawatan  dengan tidak  melakukan intervensi apapun terhadap seluruh kegiatan pelayanan keperawatan yang  berada di bawah kendali  organizing komite, tetapi Komite Keperawatan akan memantau sejauh mana  pelayanan keperawatan dilaksanakan sesuai dengan aturan  yang telah dirancang, disusun, dan di usulkan oleh Komite Keperawatan melalui mekanisme khusus dalam sidang pleno komite keperawatan yang kemudian diusulkan kepada Direktur  untuk di tetapkan sebagai sebuah pedoman maupun standar operasional dalam memberikan pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi.

Komite keperawatan sebagai steering komite juga diharapkan dapat menjembatani komunikasi lintas professi di lingkungan kerja Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi  dengan tetap memegang teguh prinsip saling menghormati dan menjaga kehormatan profesi secara professional.

Komite keperawatan  adalah juga merupakan saluran atau wadah bagi seluruh perawat di Rumah Sakit lslam Assyifa Sukabumi untuk berani menyalurkan aspirasinya dan meningkatkan potensi dirinya dalam memajukan pelayanan keperawatan.

Komite Keperawatan adalah merupakan wadah yang secara konsekuen memantau dan  menjaga kode etik keperawatan yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi ( PPNI )  untuk dapat di laksanakan secara bertanggung jawab oleh seluruh perawat di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk   menjadikan pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Islam Assyifa menjadi pelayanan keperawatan yang unggul dan Islami selaras dengan Visi Dan Misi Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi.

Sukabumi, Kamis, 4 Juni 2009

Ketua Komite Keperawatan

Wahyudi Hermawan AMK

KAMI SIAP  MENJADI TEMAN SEJATI ANDA


Kami bukanlah orang yang sempurna….

tapi saat ini nanti ataupun kapanpun kami akan selalu memiliki harapan….

Harapan kami,  Islam tidak lagi  menjadi kalimat sakral yang disimpan di tempat yang seolah sulit untuk difahami

Kamipun bukanlah orang yang tidak pernah salah…..

tapi salahkah  kami jika kami ingin merajut sebuah  keinginan yang mulia …..

kami ingin memulai perubahan  yang sepertinya harus diawali dari diri kami…..

Kenalilah kami sebagai teman sejati ….

untuk menemani perjalanan suci meretas jalan menuju mardotillah….

Teman sejati yang ingin mengingatkan dan diingatkan  atas segala hal yang selalu mencari ridho-Nya

Kami tulis komitmen  yang berat ini dengan berazam untuk melaksanakan perintahnya secara utuh…

meskipun kami menyadari ….mungkin semua itu tak semudah kami mengatakannya

Marilah kita bersama-sama  dan membangun sebuah kebersamaan dengan kekuatan Islam

Salam kami

Komite Keperawatan



Wahyudi 2

Wahyudi Hermawan

Commitment Building :

Membangun   paradigma keperawatan professional  dengan konsep  pelayanan yang Islami

Erna

Ernawati

Comitment Building :

  • Bekerja dengan Ikhlas
  • Bekerja dengan disiplin

Andris

Andris Bagja Umbara, AMK

Cimitment Building :

Bekerja adalah ibadah


Ade Nur

Ade Nurhidayat

Commitment Building :

Dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan suatu institusi jangan  sekedar mengharapkan imbalan materi tetapi hanya  semata mengharapkan ridho Allah SWT

Ade Irma

Ade Irma Hadiyah

Commitment Building

Memberikan pelayanan yang Islami secara menyeluruh kepada klien

Sani

Bd. Sani Lia Dwitiani

Commitment Building :

Memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan peraturan yang berlaku

Nining

Nining Kurniasih

Commitment Building :

Memberikan pelayanan yang professional dan Islami

Wiwi

Wiwi Widinawati

Commitment Building :

Memberikan kontribusi terbaik dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan keperawatan secara Islami

Yayu

Yayu Sri Wahyuni

Commitment Building :

Memberikan pelayanan keperawatan terbaik sesuai dengan syariat Islam dan professi keperawatan

Dede

Dede Kurniasih

Commitment Building :

Memberikan pelayanan keperawatan yang Islami dengan mengharap ridho Allah SWT

Cyntia

Cinthia Yuniawati

Commitment Building :

Membentuk komite keperawatan yang professional dan Islami

Pahlevi

Pahlevi Ambadar

Commitment Building :

  • Bekerja dengan Ikhlas dan sungguh-sungguh
  • Bekerja dengan Taqwa
  • Bekerja hanya untuk mencari ridho Allah
  • Pada setiap kesulitan pasti ada kemudahan

MENJADI PEMIMPIN SEJATI

MENJADI PEMIMPIN SEJATI

Oleh : Wahyudi Hermawan AMK

2:30  Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

7:129 Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.

27:62 Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).

35:39 Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.

38:26 Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat adzab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

Jelas sudah semua bagi orang yang beriman, bahwa Allah SWT telah menciptakan kita sebagai khalifah di muka bumi, Kata Khalifah di dalam Islam memiliki makna yang sangat agung, sangat besar melebihi kata pemimpin.  Seorang khalifah pastilah seorang pemimpin, tetapi belum tentu seorang pemimpin adalah khalifah. Kepemimpinan  adalah karakter yang harus dimiliki oleh seorang  khalifah, tetapi  karena di dalam alqur’an  penggunaan kata pemimpin tidak dibatasi oleh  sesuatu yang baik saja, maka kelak setelah anda membaca uraian-uraian yang saya  tulis ke depan semoga anda akan lebih bangga untuk menjadi seorang khalifah meskipun pada pembahasannya saya mencoba untuk sementara mengganti istilah khalifah menjadi pemimpin yang tentunya lebih familiar dengan  keseharian anda.

Pemimpin dengan khalifah sepertinya hanya dibedakan oleh sesuatu yang sangat tipis tetapi sederhananya seorang khalifah digambarkan di dalam alqur’an selalu membawa sesuatu, menyampaikan sesuatu dan melaksanakan sesuatu yang dibingkai dengan nilai penghambaan yang jujur dan tulus kepada Allah SWT untuk senantiasa memahami dan mengaplikasikan   kalimat taqwa sehingga keberadaannya  akan selalu memberikan arti bagi setiap orang dan setiap mahluk yang berada bersamanya maupun berada di sekitarnya.

Ilustrasinya  Rasulullah SAW adalah seorang khalifah yang hampir dapat dipastikan memiliki sifat kepemipinan. Karena Rasulullah SAW memiliki sifat kepemimpinan yang baik maka sudah tentu beliau adalah seorang pemimpin. Bandingkan dengan  Fir’aun,  Fir’aun adalah  seorang pemimpin bagi kaumnya  tetapi fir’aun  tidaklah memiliki sifat seorang khalifah, sehingga dia menjadi seorang pemimpin yang bukan khalifah karena membuat  kerusakan di muka bumi sehingga puncaknya adalah kesombongan dengan merasa  telah layak menjadi Tuhan dan berpikir sebagai Tuhan. Kesombongan telah menjadikan fir’aun  melepaskan orbit kepemimpinannya dari fitrah seharusnya seorang manusia yang telah di utus oleh Allah untuk menjadi seorang khalifah.  Jangankan mengingat atau melaksanakan perintah Allah bahkan dia sendiri merasa dirinya lebih pantas menjadi  Tuhan yang tentu mengabaikan hak dan perintah Allah SWT  dalam konsep kehidupannya.

Saya tidak ingin membuat anda bingung dengan definisi khalifah dan pemimpin setelah membaca buku ini, untuk itu  marilah kita berpikir dengan sederhana dalam  mempercayai diri kita bahwa semua diantara kita tanpa terkecuali telah Allah  ciptakan untuk menjadi seorang khalifah.  Bahkan Malaikatpun tidak Allah jadikan sebagai seorang khalifah di muka bumi ini.

Permasalahannya adalah banyak sekali diantara kita yang tidak percaya diri untuk menyatakan bahwa kita adalah seorang pemimpin, sehingga kemudian munculah berbagai masalah lain yang mengecilkan pandangan kita terhadap diri sendiri. Banyak sekali orang yang kurang bahkan tidak mempercayai dirinya sendiri bahwa dia  mampu menjadi seorang pemimpin. Dan ketika anda tidak mempercayai  diri anda maka pantaskan orang lain mempercayai    anda ?

Tidak salah apabila seorang bijak mengatakan bahwa               “ Percaya diri adalah awal dari sukses.”

Banyak sekali pemikir-pemikir yang mendefinisikan arti dari kepemimpinan hanya untuk sekedar mengetahui seperti apakah  sosok kepemimpinan yang ideal itu, tetapi saya tidak akan membahas terlalu rumit masalah definisi karena dalam pikiran saya itu hanya akan membuat anda  merasa bosan dan jenuh yang pada akhirnya anda tidak lagi ingin tahu lebih banyak lagi sesuatu yang semestinya anda ketahui tentang pemimpin dan kepemimpinan. Tetapi saya juga  tidak akan melarang anda yang ingin  lebih jauh  mengenal  definisi seorang pemimpin, alternatif yang dapat saya tawarkan untuk itu adalah berselancarlah di internet,  akan sangat mudah sekali menemukannya , masuklah ke google atau yahoo dan ketiklah kata “pemimpin” atau “kepemimpinan” maka anda akan mendapatkannya.

Di dalam buku ini saya hanya akan mengajak anda untuk  bermuhasabah, merenung sejenak dengan bahasa yang sangat sederhana yang semoga saja dapat menyadarkan kita semua bahwa kita telah Allah ciptakan untuk menjadi seorang pemimpin.

Selamat membaca dan merenungkan.

SAMAKAN PERSEPSI KITA

SAMAKAH PEMIMPIN IDOLA ANDA

DENGAN PEMIMPIN IDOLA SAYA ?

Kita mulai pembicaraan ini dari siapa idola kita, karena saya yakin setiap orang terlahir untuk mewujudkan impiannya. Rasanya tidak terlalu salah apabila saya katakan bahwa baik anda maupun saya  pastilah mempunyai figur idola dari seorang pemimpin yang  jauh di lubuk hati sangat kita kagumi baik itu  sering kita ungkapkan maupun hanya sekedar kekaguman yang  biasa-biasa saja.     Masalahnya adalah   idola anda dan saya bisa sama atau bahkan  mungkin berbeda. Siapakah pemimpin idola anda ? Samakah dengan saya ?

Jika anda ingin lebih dalam untuk menikmati uraian-uraian dalam buku  ini, maka sebaiknya anda harus memiliki pemimpin idola yang sama dengan saya agar kita memiliki semangat dan motivasi yang sama untuk berusaha semampu kita paling tidak mendekati figur idola kita…. Lalu siapakah pemimpin yang saya idolakan ?

Cobalah untuk membaca dulu paragraf  berikut di bawah ini sebagai awalannya  dan kemudian barulah anda jawab dengan tulus apakah anda memiliki idola yang sama dengan saya…..

Ketika saya tanyakan kepada beberapa orang kawan  di sekitar saya  tentang pemimpin idola mereka…saya telah  mendapatkan jawaban yang sangat  beragam dari mereka, ada yang  mengatakan  Abraham Lincoln, Suharto, Sukarno, BJ Habibi, Megawati, George Washington, Marthin Luter King, Jengis Khan, Barack Obama bahkan Adolf Hitler, Joseph Stallin, atau Benito Musolini sekalipun mungkin dapat saya temukan penggemarnya. Kerapkali  mereka mengatakannya  dengan  perasaan yang menggambarkan kebanggaan  pada idolanya matanya bersinar-sinar bahkan untuk yang fanatik terlihat begitu bersemangatnya ketika ditanyakan sejauhmana mereka mengetahui karakter pemimpin idola mereka.  Lalu setelah puas mereka menceritakan kehebatan dari pemimpin idola mereka, mereka pun kembali bertanya kepada saya, “ lalu siapakah idola anda ?  dan kemudian saya menjawabnya dengan mengatakan  bahwa idola saya adalah Rasulullah Muhammad SAW.

Mengapa saya mengidolakan Rasulullah ? inilah jawabannya.

Seorang pemimpin yang hebat harus mampu memberikan arti dalam hidupnya, tidak hanya terbatas pada dirinya, hidupnya akan sangat berarti bagi orang lain. Rasululah adalah seorang pemimpin yang telah memberikan arti dan bukti yang tidak terbantahkan  atas eksistensi kepemimpinannya yang hingga saat ini dan mungkin hingga dunia ini berakhir tidak akan ada  yang pernah bisa menyamainya atau menandinginya.  Bukti adalah sesuatu yang nyata baik itu terlihat secara langsung ataupun hanya dapat dirasakan oleh seseorang dalam satu generasi maupun  lebih dari satu generasi tanpa bisa lagi membantahnya sebagai sebuah kebohongan ataupun kepalsuan.

Rasulullah SAW sebagai idola saya telah mampu membuktikannya dengan sangat luar biasa dan tidak terbantahkan lagi. Rasulullah adalah seorang manusia, bukanlah Tuhan sehingga kita bisa  bermimpi atau berpikir untuk mencontohnya karena saya yakin anda dan saya juga sama seorang manusia. Rasululah makan dan minum, Rasulullah  menikah, Rasulullah memiliki perasaan yang sama dengan kita, beliau bisa  bahagia, bersedih, rasulullah pernah sakit dan terluka seperti kita atau  mungkin marah karena  rasulullah adalah manusia. Inilah bukti yang tidak terbantahkan dari kepemimpinan seorang manusia bernama Muhammad bin Abdullah pemuda bani hasyim  yang sampai saat ini  tetap harum semerbak seperti tidak akan pernah lekang dan terhapus waktu sebagai bukti kepemimpinan yang tiada bandingnya di dunia ini.

Tahukah anda  bahwa  kebodohan yang sangat dari orang arab jahiliyah  yang hidup menggunakan hukum rimba dimana yang kuat dialah yang menang, dan yang lemah menjadi yang tertindas, dimana bayi perempuan dikubur hidup-hidup untuk menutupi perasaan malu karena  tidak memiliki anak laki-laki, dimana patung dan berhala dibuat kemudian disembah bahkan ironinya ada yang di buat dari bahan makanan, disembah dan setelah disembah dimakan bersama-sama (artinya mereka berani memakan tuhannya sendiri), dimana mabuk karena  khamar atau minuman keras   menjadi budaya lumrah layaknya kita minum air putih saat ini, dimana hubungan sex tidak dibatasi dan diikat oleh sebuah norma yang disebut dengan pernikahan sehingga tak ubahnya seperti perilaku binatang.  Semua itu telah dirubah oleh kepemimpinan Rasulullah dalam waktu hanya dua puluh tiga tahun menjadi sebuah peradaban yang sangat termasyhur di seantero dunia dimana berkembang Agama yang agung yang membawa kabar ilmu pengetahuan, kebijakan politik dan pemerintahan serta rahasia kehidupan manusia lainnya  dengan kekuasaan yang menghampar dari timur tengah, persia dan sebagian eropa. Semua kebodohan berganti  menjadi sebuah  kekuatan yang sangat fantastis yang  tumbuh bukan karena ketakutan, materi maupun  kepentingan duniawi semata, tetapi semua tumbuh karena sebuah keyakinan yang sangat kuat akan keimanan kepada sang Maha Pencipta Allah SWT, yang di bawa dan diajarkan  oleh seorang manusia ummi yang tidak mengenyam pendidikan formal seperti kita, yang tidak pernah mengenal wajah ayah yang dicintainya  yang tidak merasakan belaian kasih sayang dan dekapan hangat ibu yang dikasihi dan mengasihinya, yang hidup yatim piatu sejak dirinya masih begitu lemah dan membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya, dialah idola saya Rasulullah Muhammad SAW.

Tahukah anda  bahwa ketika anda membaca tulisan ini  Rasulullah telah tiada, tetapi rasakanlah bahwa sebenarnya Rasulullah masih hidup bersama kita,  pemikirannya, falsafah hidupnya, kesederhanaannya  dan ajarannya semuanya masih kita yakini dengan harga mati.  Anda dan saya  tidak akan pernah rela mendengar siapapun menghinanya ataupun meremehkannya bila perlu kita pertaruhkan hidup kita untuk menjaga kehormatannya. Tahukah anda jarak anda dan saya dengan rasulullah SAW telah dipenggal oleh waktu lebih dari 1400 tahun yang lalu, tetapi  kehormatan dan cahaya Rasulullah masih tetap hidup dan selalu kita jaga di dalam hati kita.

Islam adalah bekas yang jelas dari ajaran yang telah disampaikannya dan sehebat apapun upaya manusia untuk menghancurkan karakter Islam, Islam tetap melesat sebagai sebuah ajaran yang agung  yang telah Allah ridhoi dan titipkan kepada  pemimpin idola kita untuk disampaikannya kepada kita.

Masih banyak sebenarnya hal yang membuat saya mengidolakan kepemimpinan Rasulullah SAW, tetapi ijinkanlah saya bertanya kepada anda setelah membaca sedikit dari kehebatan kepemimpinan Rasulullah SAW diatas….

Adakah  pemimpin di dunia ini yang mampu merubah peradaban seperti di atas dalam waktu 23 tahun ? Sungguh  hebat dan luar biasa teori managerial yang telah diterapkannya.

Adakah pemimpin yang umurnya 63 tahun tetapi ajarannya telah hidup  lebih dari 1400 tahun dengan umatnya yang rela dan  siap mati untuk menjaga kehormatannya dan keagungan ajarannya ?  Sungguh hebat dan luar biasa sistem pengkaderan kepemimpinan dan pengaruh yang telah ditanamkannya

Saya pastikan jawabnya tidak ada seorangpun yang bisa menyamainya !! Rasulullah adalah pemimpin terbesar yang ada di bumi ini !!

Dan sekarang jawablah dengan tulus siapakah pemimpin idola anda…..

Apabila jawaban anda sama dengan saya silahkan baca  halaman  berikutnya dari buku ini…tetapi jika anda belum meyakininya  yakinkanlah dulu dengan baik melalui perenungan yang lebih dalam lagi. Apabila idola anda masih tidak sama dengan saya,  anda tidak perlu lagi repot-repot membaca halaman berikutnya, karena itu tidak akan banyak memberikan arti bagi anda.

Semoga anda dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk hidup anda.

TERIMA KASIH ANDA SUDAH MENYADARINYA

SILAHKAN BACA URAIAN SELANJUTNYA

TEORI KEPEMIMPINAN DAN KARAKTER SEORANG PEMIMPIN

Banyak sekali teori kepemimpinan yang dapat anda baca hingga saat ini, dan tentunya semuanya telah dibuat melalui sebuah proses penelitian dengan metoda ilmiah untuk menciptakan dan mewujudkan keinginan terpendam dari setiap manusia dalam menjalankan fitrahnya sebagai  seorang pemimpin.  Berikut di bawah ini sengaja saya catat beberapa teori kepemimpinan yang katanya telah ditulis oleh para ahli untuk lebih meyakinkan kita betapa manusia sangat penasaran dan ingin mengetahui seperti apakah kepemimpinan itu.

  • Kepemimpinan adalah prilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (share goal) (Hemhill& Coons, 1957:7)
  • Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannenbaum, Weschler & Massarik, 1961:24)
  • kepemimpinan adalah pembentukan awal serta pemeliharaan struktur dalam harapan dan interaksi (Stogdill, 1974:411)
  • kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan rutin organisasi (Katz & Kahn, 1978:528)
  • kepeimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi kearah pencapaian tujuan (Rauch & Behling, 1984:46)
  • kepemimpinan adalah sebuah proses memberi arti (pengarahan yang berarti) terhadap usaha kolektif dan yang mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang dinginkan untuk mencapai sasaran (Jacob & Jacques, 1990:281)
  • para pemimpin adalah mereka yang secara konsisten memberi kontribusi yang efektif terhadap orde sosial dan yang diharapkan dan dipersepsikan melakukannya (Hosking, 1988:153)
  • Kepemimpinan sebagai sebuah proses pengaruh sosial yang dalam hal ini pengaruh yang sengaja dijalankan oleh seseorang terhadap orang lain untuk menstruktur aktifitas-aktifitas serta hubungan-hubungan didalam sebuah kelompok atau organisasi (Yukl, 1994:2)

Teori di atas adalah benar,  dan ternyata apabila disimak dengan baik  semuanya hampir  mengerucut pada satu titik yang sama yaitu pemimpin adalah bagaimana seseorang mampu mengajak, meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mewujudkan sebuah tujuan yang sama. Yang menjadi masalah adalah  adakah manusia yang telah mampu membuktikan kehebatan pengaruhnya terhadap suatu pemikiran, ide maupun keyakinan yang mampu bertahan abadi dengan   pengaruh yang dibuktikan oleh sebuah  karakter dan pola yang universal  dan sistematis sehebat karakter dan pola kepemimpinan rasulullah SAW yang tentunya sangat sederhana dan mudah untuk difahami.

Berikut juga beberapa teori yang juga telah disampaikan oleh yang katanya para ahli tentang bagaimana  seharusnya seorang pemimpin berkarakter, cobalah anda simak :

Menurut George R. Terry, pemimpin harus memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Mental dan fisik yang energik
  2. Emosi yang stabil
  3. Pengetahuan human relation yang baik
  4. Motivasi personal yang baik
  5. Cakap berkomunikasi
  6. Cakap untuk mengajar, mendidik dan mengembangkan bawahan
  7. Ahli dalam bidang sosial
  8. Berpengetahuan luas dalam hal teknikal dan manajerial

Menurut Horold Koontz dan Cyrel O’Donnel, ciri-ciri pemimpin yang baik adalah

  1. Tingkat kecerdasan yang tinggi
  2. Perhatian terhadap keseluruhan kepentingan
  3. Cakap berbicara
  4. Matang dalam emosi dan pikiran
  5. Motivasi yang kuat
  6. Penghayatan terhadap kerja sama

Dan pada akhirnya saya katakan lagi  semua teori itu tidak salah, tetapi kini semakin banyak teori kepemimpinan yang menampilkan  sosok pemimpin ideal terpapar begitu kompleknya bahkan apabila lebih diuraikan lagi sampai dapat mencapai lebih dari 50 ciri seorang pemimpin, sehingga seolah-olah seseorang akan begitu susahnya untuk menjadi pemimpin yang pada akhirnya timbul sebuah kesalahan dalam menginterpretasikan makna dan tujuan yang sebenarnya harus dicapai oleh seseorang dalam memahami dirinya  sebagai seorang pemimpin, yaitu terbentuk sebuah persepsi salah dari perasaan inferior yang muncul diawali dengan kata “sepertinya saya tidak mungkin dan susah sekali  untuk menjadi seorang pemimpin.”

Itu salah besar !!! anda adalah seorang pemimpin dan anda kini telah menjadi seorang pemimpin yang hebat !! Ingat !! anda telah diciptakan untuk menjadi seorang pemimpin !! berpikirlah sebagai seorang pemimpin !

Kita harus mengetahui  karakter yang telah diperkenalkan oleh rasulullah kepada kita untuk  kita contoh agar kita menjadi seorang pemimpin hebat seperti beliau…. Jangan katakan sebenarnya saya ingin mengikuti gaya kepemimpinan rasulullah SAW tetapi beliau dengan saya perbedaan jaraknya  seperti bumi dengan langit, saya tidak mungkin dapat menjadi seperti beliau. Saya katakan benar anda tidak akan mirip seperti rasulullah SAW tapi salah jika anda tidak mulai mencoba meneladaninya untuk sekedar berusaha menyerupainya sebagai figur pemimpin idola anda kini.  Marilah kita mencoba untuk melaksanakan gaya kepemimpinan rasulullah SAW dengan  kemampuan terbaik kita, dan marilah kita nikmati prosesnya…seandainya hasilnya kita tidak mampu menyerupainya tetapi setidaknya jika kepemimpinan beliau telah dapat hidup  selama lebih dari 1400 tahun, maka sudah hebat rasanya jika kepemimpinan kita setidaknya bisa hidup selama seratus tahun, atau  selama kita hidup,  atau selama kita merasa menjadi pemimpin atau…… sudahlah pokoknya kita harus  berusaha !!.

Jangan biarkan potensi kepemimpinan anda dalam memberikan pengaruh dan mengajak orang lain dalam memaknai dirinya untuk sesuatu yang Allah ridhoi  dikalahkan oleh pengaruh kepemimpinan Adolf Hittler, Benito Mussolini, Karl Marx, Joseph Stallin, bahkan  Lia Eden, Ahmad Musaddeq dan  atau  manusia-manusia lainnya yang dengan ajarannya yang konyol dan masih banyak kontroversi dan ditolak oleh kebanyakan hati nurani manusia,  masih mampu meyakinkan banyak orang dengan begitu fanatiknya selama bertahun-tahun hingga kini.

Untuk itu izinkanlah saya mengingatkan kembali kepada anda karakter Rasulullah SAW  yang kini telah menjadi idola kita yang dengan karakter inilah Rasulullah telah mampu mencengangkan mata dunia !! tanpa terkecuali sahabatnya bahkan orang yang memusuhinya sekalipun. Tidak usah terlalu banyak kata dalam karakter kepemimpinan Rasulullah, yang hanya akan   membingungkan anda untuk mengingatnya.  Hanya ada empat karakter kepemimpinan  rasul  yang harus anda ingat dan fahami (1) fatonah, (2) amanah, (3) sidiq, dan (4) tabligh  atau agar lebih mudah mengingatnya katakan FAST dan  Laksanakan semuanya dengan kemampuan terbaik anda !!.

Rasanya kini anda mulai mengingat kembali empat karakter rasulullah tadi, mungkin ini pernah anda dengar di waktu yang sudah anda lewati tapi entah kapan, kemarin….bulan lalu …..tahun lalu …..atau …. Mungkin memang anda  belum mendengarnya ? Tapi itu sebenarnya tidak penting. Yang penting adalah setelah membaca halaman berikutnya yang akan mengupas karakter kepemimpinan rasulullah SAW seperti yang saya katakan  di atas,  anda akan mengingatnya untuk selama-lamanya dan dengan tekad yang kuat anda bersama saya akan mencoba melaksanakannya.

KARAKTER KEPEMIMPINAN  DARI KEHIDUPAN

RASULULLAH

Fatonah (Cerdas)

Allah SWT akan meninggikan derajat orang yang berilmu, sehingga untuk itulah mengapa kita harus menghiasi setiap aspek kehidupan kita dengan ilmu, dengan ilmu akan tampak karakter manusia dan perikemanusiaan. Tetapi ilmu saja ternyata tidak cukup untuk menjadikan seseorang memiliki kemuliaan  seutuhnya sebagai seorang manusia. Ilmu yang di terapkan secara tidak bertanggungjawab hanya akan membawa malapetaka yang amat sangat hebat bagi tatanan kehidupan di bumi ini.

Seorang ilmuwan yahudi terkenal  bernama Albert Einstein yang menemukan bom atom mungkin akan menangis ketika hatinya mengerti dan sadar bahwa penemuan yang dibuatnya telah menghancurkan kehidupan dan harapan berjuta-juta manusia khususnya yang paling kita kenal dengan hancur luluhnya Hirosima dan Nagasaki di Jepang oleh kedasyatan  reaksi atom yang dimulai dengan dijatuhkannya bom atom hasil karya Einstein yang ternyata  tidak terlalu banyak bom yang dijatuhkan, hanya satu bom untuk satu kota tapi itu sudah cukup untuk menghancurkan apa yang ada disekitarnya dalam radius yang sangat luas.  Ada pengakuan yang sangat tulus dari seorang Albert Einstein tentang hubungan ilmu dan agama, mungkin anda masih ingat, pengakuan yang ditulisnya yang memberikan penegasan bahwa ” Agama tanpa Ilmu lumpuh, Ilmu tanpa Agama buta”.

Rasulullah SAW adalah seorang yang ummi yang tidak mengenal istilah ekonomi makro dan mikro, atau istilah lainnya seperti, valas, valuta, saham atau istilah lain yang hanya dapat dimengerti oleh orang-orang tertentu. Tetapi beliau adalah orang yang benar, dapat dipercaya dan cerdas karena memegang sebuah prinsip ekonomi yang tidak akan pernah bergeser kehebatannya oleh pemikiran manapun yaitu hindari riba, jauhilah hal yang haram yang terjadi karena ingin memperkaya diri dengan menyakiti dan mengkhianati orang lain dan atau melakukan sebuah niaga yang melanggar ketentuan yang telah jelas ada di dalam Al-Quran.  Apapun istilahnya, betapapun rumitnya sistem ekonomi yang diterapkan selama dia tidak bergeser dari orbitnya untuk kemakmuran umat dan untuk mencari ridho Allah SWT maka itulah sistem ekonomi yang cerdas.

Rasulullah SAW  juga bukan  seorang tentara yang mengenal AK 47, SS, FN, RPG, TNT atau  nama senjata dan perlengkapan militer hebat lainnya yang mampu merontokan  lawan dengan hebatnya pula. Tetapi Rasulullah SAW  mengenal  bahwa perang atau pertempuran hanya akan dilakukannya untuk menegakkan dan menjaga    kehormatan agama Allah, serta mempertahankan diri dari kekejaman dan penindasan orang lain dengan panduan yang jelas. Pemikiran tentang strategi perang yang telah Rasulullah SAW terapkan hingga saat ini yang tidak memiliki tandingannya sebagai karakter angkatan perang umat Islam adalah, Konsep Syahid !!  Umat Islam tidak akan pernah takut mati mesti hanya bersenjatakan batu atau kepalan tangan selama dia berperang untuk menjaga kehormatan Islam, membela dan menegakkan agama Allah kematian bagi seorang pembela Islam  yang syahid adalah sebenarnya kehidupan di tempat terhormat yang hanya Allah-lah yang mengetahuinya.  Inilah motto suhada yang paling kita kenal di dunia Islam “ Hidup mulia atau mati Syahid “. Ironinya  ketika pasukan mukminin berperang untuk mengejar kematian  sebagai syuhada, pasukan lawan justru berperang untuk menghindari kematian karena enggan meninggalkan gemerlapnya  dunia.  Itulah mengapa kekuatan Jihad Islam tidak pernah terkalahkan meskipun harus berperang melawan senjata pemusnah masal  sekalipun.

Rasulullah SAW juga bukan seorang politikus yang memahami teori-teori sosialis maupun liberalis kapitalis yang kini begitu kuatnya menguasai dunia  atau teori-teori pemerintahan ala  John Lock, Montesque, Machiaveli, Hobes dan kawan kawannya yang sering menginspirasi politikus-politikus di dunia. Yang diketahui oleh Rasulullah SAW adalah perasaan cintanya kepada umatnya atau rakyatnya sehingga dalam hembusan terakhir nafasnya beliau, pertama kali yang beliau sebut adalah  umatnya sampai tiga kali kepada sahabatnya, umati….umati…umati… bukan harta melimpah, tahta kerajaan, atau istana berlapis emas yang  beliau tinggalkan dalam nafas terakhir kehidupannya sebagai seorang pemimpin terbesar di dunia ini,  hartanya adalah sepetak rumah kecil tempat dirinya berlindung dari dinginnya malam dan teriknya matahari di siang hari, hartanya  adalah beberapa helai pakaian  dan satu pakaian perang yang pernah selalu beliau kenakan dalam setiap pertempuran  besar yang telah dipimpinnya, pakaian perang yang telah menjadi saksi betapa Rasulullah SAW adalah seorang manusia yang juga pernah terluka oleh panah dan pedang. Harta terbesar yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW bukanlah  harta yang banyak dan melimpah sebagai representasi dari ketamakannya selama menjadi pemimpin, harta terbesar yang ditinggalkannya adalah keyakinan yang kuat yang mampu membuka mata dunia hingga akhir zaman. Itulah Islam !!

Rasulullah SAW adalah  seorang pemimpin cerdas yang bekerja untuk  satu tujuan yaitu Allah SWT !! dan membawa umatnya juga untuk satu tujuan juga yaitu Allah SWT!!

Itulah rahasia kecerdasan Rasulullah SAW sehingga beliau tidak pernah mengenal takut kehilangan jabatan, takut mati, takut miskin, takut kelaparan,  takut tidak dihargai atau takut tidak mendapatkan kepentingan apapun yang sifatnya sangat rendah untuk ditukar dengan kemuliaannya.

Berikut ini adalah sebuah kalimat yang patut kita renungkan dengan baik “ Buku adalah jendela Ilmu” apabila kita ingin menjadi orang yang cerdas, maka kita harus rajin membuka jendela ilmu tersebut. Satu jendela ilmu yang paling pantas kita buka tapi kita sering menyepelekannya adalah buku yang saat ini tersimpan rapi di atas rak buku anda, atau diatas lemari pakaian anda atau di atas bufet anda atau di tempat yang anda sendiri tidak tahu dimana, buku itu berjudul Panduan Hidup dan kehidupan Manusia, segeralah anda cari apakah anda pernah memiliki atau membelinya, rasanya hampir 99.9 persen saat ini saya yakin anda sudah memilikinya atau paling tidak anda  pernah memegangnya tapi mungkin kini anda lupa menyimpannya.

Baiklah, kalau anda tetap tidak menemukannya coba cari buku yang juga biasanya ditulis dalam judul lain, umumnya ditulis dengan judul Al-Quran itulah maksud saya. Bacalah isinya dan renungkanlah maksudnya, dan ingat bila anda tidak pandai berbahasa arab bacalah juga dengan terjemahannya dalam bahasa anda sehingga anda mengerti, apabila ada yang tidak anda mengerti carilah ulama dekatilah mereka karena ulama adalah  orang berilmu yang menjadi  pewaris idola kita Rasulullah SAW, atau jika anda bingung mencari ulama belilah juga tafsirnya, misalnya tafsir ibnu katsir. Bacalah dengan baik dan seksama, tidak usah sekaligus semuanya, karena buku itu sangat tebal yang terdiri dari  30 zuz, 114 surat dan 6666 ayat, yang harus anda  perhatikan adalah  janganlah  pernah lagi  membiarkan hari-hari anda terlewat begitu saja tanpa membacanya meskipun hanya satu ayat saja. Dan kemudian rasakanlah kedamaian perlahan tetapi pasti akan menyelusup ke dalam hati anda, rasakanlah betapa  penderitaan hidup yang anda alami berangsur-angsur mulai berkurang, berkurang karena ruang hati  semakin lapang, luas  dan semakin ikhlas menerima apapun yang menjadi kehendak Allah SWT, pemilik kita dan penggenggam jiwa kita.

Ketika anda seorang ekonom,  dokter, perawat, pengusaha dan profesi-profesi apapun yang ada di muka bumi ini, maka yakinlah anda akan menjadi seorang pemimpin yang cerdas setelah membaca, mengerti, memahami  dan melaksanakan setiap ilmu yang tercatat dalam buku hebat itu. Jangan takut !! buku itu tidak akan pernah  direvisi seperti buku-buku best seller lainnya karena keutuhan isinya dan keasliannya akan terjaga sampai akhir zaman dengan jaminan pasti dari pemilik bumi langit beserta isinya yang tidak pernah mengantuk dan tidak pula tidur seperti kita.

Amanah ( Dapat Dipercaya )

Seni kepemimpinan adalah ketika seseorang mampu memberikan pengaruhnya kepada orang lain sehingga mereka dapat mengerti, memahami bahkan mengikuti dan melaksanakan  ide atau pemikiran yang telah  digagasnya dengan baik sesuai dengan harapannya.  Cerdas atau pintar  saja tidaklah cukup untuk menjadikan seseorang menjadi seorang pemimpin sejati. Terkadang  apabila seseorang  tak mampu mengontrol kecerdasan dan kepintarannya, maka tidak jarang semua itu digunakannya  untuk membangun sebuah sistem yang hanya membodohi orang lain.

Secara umum pengaruh seorang pemimpin dapat diwujudkan  melalui  dua hal, pertama melalui paksaan yang  dibantu oleh kekuatan khusus yang dapat memberikan rasa takut pada orang yang menjadi sasaran pengaruhnya sehingga mereka dapat mengikutinya dengan terpaksa atau karena memiliki kepentingan untuk dirinya, kedua dengan  menumbuhkan rasa percaya dari orang yang akan dipengaruhinya sehingga mereka memiliki minat untuk mengenal  lebih jauh dan mungkin melaksanakan ajakannya tanpa syarat.

Menumbuhkan rasa percaya pada diri orang lain dapat ditempuh melalui dua cara yaitu pertama dengan memberikan janji manis dan kebohongan-kebohongan yang mungkin saat itu dapat diterima oleh orang yang dipengaruhinya, kedua dengan  menumbuhkan keyakinan secara ikhlas tanpa tendensi apapun dari orang yang ingin diyakinkannya selain kepentingan mencari ridho Allah SWT atas keyakinan yang telah disampaikannya.

Tahukah anda bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga kepercayaan orang yang  berada disekitarnya dengan sebuah bukti nyata bukan lagi retorika  atau sesuatu yang penuh dengan kepalsuan dan kebohongan. Sehingga sebelum beliau diangkat menjadi Rasul, pada usia yang sangat muda belia  beliau telah dikenal sebagai pemuda yang dapat dipercaya dengan panggilan  Al Amin di lingkungan masyarakat Quraish, panggilan itu bukanlah gelar atau  jabatan tertentu yang bersifat formal  tetapi lebih dari itu  merupakan sebuah pengakuan yang tulus dari sebuah komunitas yang muncul seriring dengan waktu karena kekuatan ketulusan tanpa tendensi apapun dari pribadi Rasulullah SAW selain  harapan untu mencari keridhoan Allah SWT Dzat pencipta dan  pemilik  bumi dan langit beserta isinya.

Masih ingatkah kisah peselisihan hebat para kabilah-kabilah di arab yang  semuanya ingin meletakan hazar aswad  di atas ka’bah, setiap kabilah merasa penting dan paling pantas untuk mengangkatnya sebagai sebuah  kehormatan bagi kabilah mereka. Seorang pemuda yang bernama Muhammad bin Abdullah lah yang dapat mereka percaya untuk menyelesaikan  masalah itu dengan keputusan yang mereka anggap adil dalam menyelesaikan masalah tersebut. Dengan cerdas Muhammad bin Abdullah membentangkan sebuah kain yang kemudian  diatasnya diletakkan hazar aswad untuk diangkat oleh semua kabilah yang semula berselisih, dan kemudian setelah batu itu terangkat, maka Muhammadlah yang dipercaya untuk meletakkannya di atas ka’bah. Kehormatan yang tiada duanya yang diberikan oleh para kabilah tersebut bagi pemuda Muhammad untuk meletakan hazar Aswad diatas Ka’bah.  Mengapa semua kabilah percaya kepada Muhammad ? Jawabannya adalah Muhammad mengangkat hazar aswad tersebut bukan demi kehormatan dirinya tetapi demi keadilan dan perdamaian  untuk semua kabilah. Mengapa itu bisa ? karena Muhammmad adalah pemuda yang dapat dipercaya ! dan itu sudah dibuktikannya dengan cahaya tulus di hatinya tanpa tendensi apapun untuk dirinya sehingga  cahaya itu mampu mematikan kobaran amarah dan sifat egois manusia dalam  memenuhi kepentingan dirinya. Itulah Al Amin, sifat kepemimpinan yang harus kita teladani dari idola kita Rasulullah SAW.

Pernahkah  melanggar komitment kita terhadap orang lain ?

Pernahkah kita menyepelekan janji yang telah kita buat atau sepakati ?

Pernahkah kita mengkhianati kepercayaan orang  yang telah memberikan amanahnya kepad kita ?

Pernahkah kita lupa janji kita kepada Allah  ?

Mungkinkah kita menghapus kekhilafan yang seharusnya tidak kita lakukan selama ini sehingga telah mengotori dan merusak kepercayaan yang telah diberikan kepada kita ?  Marilah kita berazam untuk menjadi orang yang dapat dipercaya dengan memulainya dari mempercayai diri kita bahwa kita bisa berubah dengan segenap tekad dan kekuatan kita untuk menjadi pemimpin yang dapat dipercaya.

Jangan bermimpi orang lain akan mempercayai diri kita seandainya kita sendiri tidak percaya pada diri kita sendiri bahwa kita bisa !!

Sidiq  (  Benar )

Pastikan segala sesuatu dimulai dari  niat yang benar, cara yang benar dan sikap yang benar. Kebenaran akan bersifat relatif tergantung dari mana seseorang memandangnya apabila di bawa melalui logika rasional manusia.

Ilustrasinya seperti ini saya memegang sebuah keping koin dengan dua sisi memiliki gambar yang berbeda, sisi yang satu bergambar merak dan sisi yang lain bergambar merpati. Saya berdiri memandang kepingan uang logam dari sisi yang bergambar merak dan anda berdiri di sisi uang logam yang bergambar merpati. Saya dan anda sebelumnya tidak mengetahui  bahwa gambar kedua sisi uang logam itu berbeda satu sama lain. Kemudian seseorang meminta saya dan anda mengatakan apa yang kita lihat. Sudah dapat pipastikan bahwa saya akan mengatakan bahwa gambar yang saya lihat adalah gambar seekor burung merak tetapi anda akan mengatakan bahwa gambar yang anda lihat adalah seekor burung merpati, lalu siapa yang benar anda atau saya?.

Ilustrasi kedua sama dengan ilustrasi pertama, tetapi bedanya adalah  kedua sisi mata uang bergambar sama yaitu burung merpati, dan ketika saya ditanya apa yang telah saya lihat,  saya kemudian mengatakan bahwa itu adalah burung beo dan anda mengatakan bahwa itu adalah burung puyuh,  keterangan tambahan dari ilustrasi ini adalah saya dibesarkan di sebuah lingkungan yang menyebut burung merpati sebagai burung beo dan anda dibesarkan di lingkungan yang menyebut burung merpati adalah burung puyuh. Lalu siapa yang benar, anda atau saya ?

Saya yakin anda akan sedikit bingung apabila disuruh memilih siapakah yang paling benar saya atau anda.  Tetapi itulah manusia yang terkadang menilai kebenaran dari apa yang dilihatnya sehingga saya mengatakan kebenaran itu sebenarnya kebanyakan bersifat relatif dalam penilaian manusia.

Contoh lainnya adalah ketika saya melihat sebuah iklan dimana seorang anak yang berbicara bahasa  sunda mengatakan dengan sangat yakin  “ Ini teh susu “ kepada  temannya  yang  berbicara bahasa Indonesia. Dan  anak yang berbicara bahasa Indonesia mengatakan bahwa “ Ini Susu bukan teh susu” dan si anak  yang berbahasa Sunda kembali menjawab “iya saya tahu ini teh susu” Ini adalah sebuah permainan persepsi tentang sebuah kebenaran dari apa yang dipikirkan dan dirasakan  oleh seorang manusia.

Rasulullah SAW telah menyatukan dirinya dengan sebuah konsep kebenaran yang berhubungan dengan sesuatu yang bersifat universal dalam setiap tindakan atau perbuatannya dimana kebenaran yang muncul tidak lagi bersifat relatif atau semu berdasarkan persepsi dirinya, tetapi lebih dari itu beliau telah tunduk terhadap sebuah kebenaran yang telah diperkenalkan Allah SWT melaui sebuah mujizat yang maha besar yang bernama Al-Quran. Kebenaran yang tidak akan  mungkin berubah atau hilang ditelan waktu hingga  berakhirnya perjalanan kehidupan di dunia. Inilah adalah tantangan Allah SWT dalam Firman-Nya

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.   (Al baqarah 2 : 23 )

Betapa Al-Quran adalah sebuah berita kebenaran yang mutlak karena disampaikan oleh yang maha benar dan sempurna. Pada akhirnya kita kini harus sama-sama meyakini bahwa sidiq atau benar yang telah dicontohkan dalam sifat kepemimpinan Rasulullah SAW adalah sebuah kebenaran yang tidak lagi bersifat relatif seperti yang sering kita persepsikan selama ini, tetapi kebenaran  yang mutlak dan tidak akan pernah terbantahkan yang terjaga sampai kapanpun atas kehendak Allah SWT. Masalahnya adalah…..mampukah kita  menegakkan kebenaran mutlak menurut ketentuan yang telah Allah tetapkan pada  setiap firman-Nya  di dalam Al-Quran sementara hingga saat ini kita jarang sekali menyentuhnya apalagi membacanya.

Saudaraku….ketika anda dan saya telah  bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka dari mulai detik itu Allah telah menjaga hari-hari kita untuk selalu dekat dan ingat akan  petunjuk yang telah Allah berikan melalui qalam-Nya, tiada hentinya lidah kita baik disadari ataupun tidak telah kita gerakan untuk membaca ayat-ayat Al-Quran dalam kehidupan kita. Yakinlah bahwa  anda dan saya setiap hari selalu membaca Al-Quran, tetapi mungkin karena kita tidak membacanya dengan radar hati yang peka, maka setiap kalimat Al-Quran yang telah kita baca yang seharusnya menjadi komitmen kita dalam menegakkan kebenaran telah berlalu begitu saja tanpa memberikan makna yang  kuat di dalam kehidupan kita.

Anda masih bingung ?

Apakah hari ini anda sudah membaca ayat                    Al-Quran ? Bagaimana hari kemarin apakah anda membacanya ? atau mungkin selama bulan ini ? …

Jangan pernah katakan bahwa anda tidak pernah membaca ayat Al-Quran, karena itu akan sangat tidak masuk akal ketika anda adalah seorang muslim.

Lebih jelasnya saya akan bertanya seperti ini…..

Apakah hari ini anda sudah membaca surat Al Fatihah dalam shalat anda ? Apakah hari ini anda telah mengucapkan bagian dari surat Al Fatihah dalam keseharian anda, ketika anda memulai sebuah pekerjaan yang benar, logikanya sebagai seorang muslim disadari atau tidak anda akan membaca ayat pertama surat Al Fatihah, dan ketika anda mendapatkan sesuatu  sebagai  sebuah kenikmatan anda juga akan membaca ayat kedua surat Al fatihah. Belum lagi dalam sehari anda shalat fardhu lima waktu sudah dapat dipastikan anda akan membaca ayat-ayat Al Quran dalam hari-hari anda. Itulah mengapa kita tidak punya lagi alasan lagi untuk mengatakan bahwa kita tidak bisa menegakkan kebenaran yang hakiki karena sebenarnya Allah senantiasa mengingatkan kita dengan segala kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk menegakkan kebenaran atau dengan kata lain menjauhi sesuatu yang keji dan munkar.

Seorang pemimpin yang baik akan melakukan sesuatu yang benar, sesuatu yang benar adalah sesuatu yang telah diridhoi oleh Allah SWT sebagai pencipta kita. Kebenaran yang datang dari pencipta kita adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak perlu disangsikan lagi dan yakin tidak akan pernah berubah. Maka ketika kita ingin sidiq seperti idola kita maka kita harus berani menegakkan dan menggenggam  sebuah kebenaran meskipun untuk menggenggamnya menyakitkan  laksana menggenggam bara.

Saya tidak ingin membuat anda banyak berpikir dengan begitu rumitnya tentang bagaimana strategi anda untuk melaksanakan kebenaran, mengetahui seperti apa sebenarnya sesuatu yang benar itu, dan bagaimana caranya agar anda menyadari bahwa anda sudah melakukan sesuatu  yang telah lepas dari kaidah kebenaran. Marilah kita ucapkan niat kita setulus tulusnya ke dalam hati kita bahwa mulai saat  ini hidup kita  akan selalu kita hiasi dengan kebenaran yang telah Allah ridhoi, biarkan jeritan kita atas segala kesalahan yang selama ini kita lakukan pergi melesat menembus langit. Yakinlah setelah anda menyadari, menyesali dan mengerti segala kecerobohan  dan kealpaan kita selama ini Allah akan kembali membangunkan sensitivitas radar hati yang selama ini  sering kita biarkan  begitu saja sehingga kurang peka dalam menangkap segala kesalahan kita dalam bersikap terhadap-Nya,  diri-sendiri, sesama kita dan mahluk Allah lainnya.

Demikianlah radar hati yang telah tumbuh akan senantiasa mengingatkan kita melalui sesuatu tanda yang bernama keresahan, kegelisahan dan perasaan tidak tenang ketika kita melakukan sesuatu yang keluar dari orbit kebenaran. Tahukah saudaraku….bersyukurlah apabila kita masih merasakannya, karena  itu adalah kasih sayang Allah yang dengan cara itulah Allah memangil kita untuk kembali  ke orbit yang semestinya, yaitu jalan yang lurus yang telah diridhoi-Nya yang kemudian  ujungnya akan sampai pada satu titik yang disebut dengan kebahagiaan abadi, kedamaian abadi, pertemuan dengan-Nya dan kenikmatan abadi yang telah diciptakan-Nya untuk kita yang senantiasa menegakkan dan menggenggam kebenaran.

Marilah kita hidupkan kembali hati kita, agar kembali menjadi teman sejati yang selalu mengingatkan kita untuk  tidak lengah dalam mewujudkan tujuan hidup kita yang sebenarnya, agar kita senantiasa mencontoh idola kita Rasulullah SAW dalam mengolah kebenaran yang begitu indahnya dalam satu rangkuman sifat mulianya sebagai manusia Sidiq.

Hari ini setelah anda membaca  uraian tentang sidiq, semoga kita menjadi orang yang pandai bermuhsabah, yang pandai menilai diri sendiri, apakah tingkah laku kita benar atau salah, apakah ada orang lain yang tersakiti dengan apa yang telah kita lakukan, apakah ada  mahluk Allah lain yang menderita dari apa yang telah kita lakukan, ketika ya, cepatlah kembali ke jalan yang benar, jalan yang semestinya kita lalui dengan penuh kebahagiaan, bukan jalan yang salah yang hanya akan membawa kita  ke dalam penyesalan yang tak berujung.

Satu kata indah sebagai penutup penjelasan tentang sidiq ini adalah kata yang pernah diucapkan oleh   KH Abdullah Gymnastiar yang mudah-mudahan akan selalu mengingatkan kita  pada tujuan hidup kita ”saudaraku…..dunia ini bukanlah tempat hidup kita yang sebenarnya,  hidup di dunia hanyalah sementara saja, jangan terpesona, lengah atau terperdaya akhirat nantilah yang sebenarnya tempat tinggal kita.

Semoga Allah menjadikan kita semua, anda dan saya menjadi orang yang sidiq, orang yang bahagia karena memegang teguh kebenaran dalam hidup kita. Kita hidup tidak untuk mati tetapi kita hidup untuk hidup.

Tabligh (menyampaikan  kebenaran )

Ketika anda telah  mantap dengan sesuatu yang benar yang tidak bias oleh kepentingan pribadi  yang bersifat duniawi, yang hanya akan mengurangi nilai-nilai kebenaran itu,  maka hormatilah kepercayaan orang lain terhadap anda   dengan menyampaikan  kebenaran yang telah anda yakini untuk mereka fahami tanpa tendensi apapun dari apa yang telah dan akan anda sampaikan kepada mereka selain mengharap ridho-Nya.

Keyakinan akan kebenaran yang anda  sampaikan kepada orang lain  secara disadari atau tidak adalah merupakan  sebuah alat ukur yang baik untuk melihat sejauh mana kemampuan anda sebagai seorang pemimpin teruji.  Semakin banyak orang menerima, mengikuti dan memahami  kebenaran yang telah anda sampaikan, maka semakin kuat pengaruh kepemimpinan yang anda miliki.  Tetapi ingat kebenaran yang telah anda sampaikan  tidak akan mudah begitu saja untuk  dapat ditangkap dan difahami  oleh orang lain yang menerimanya.

Kebenaran  sejati yang anda sampaikan seharusnya  tidak hanya singgah di pusat logika orang yang menerimanya  saja, tetapi lebih dari itu kebenaran tersebut  haruslah  mampu membuka pintu hati orang yang melihat atau mendengarnya untuk kemudian, tinggal dan menetap di dalamnya.  Berat memang bagi kita untuk melakukannya, tapi itulah faktanya, ketika kebenaran yang kita sampaikan hanya sebatas singgah saja di pusat logika seseorang, maka orang itu hanya akan mengangguk tanda setuju kemudian setelah itu dia akan  melupakannya  seolah-olah kebenaran itu tidak pernah datang dan hilang tanpa ada bekas yang mampu  memberikan warna baru dalam kehidupannya.

Saya ingin suguhkan  sedikit saja bukti dari kehebatan idola kita Rasulullah SAW dalam  menyampaikan kebenaran yang telah diyakininya sehingga mampu menembus relung hati orang yang mendengar dan menerimanya. Kisah Bilal bin Rabbah  telah terukir dengan tinta emas dalam kisah perjuangan heroic sahabat Rasulullah SAW dalam mempertahankan keyakinannya atas kebenaran yang telah disampaikan oleh  Rasulullah SAW.  Ketika dia dipaksa dan disiksa dengan amat kejinya oleh kaum Quraish untuk  meninggalkan Islam sebagai agama baru yang telah diyakininya hanya satu kata yang muncul dari mulutnya sebagai jawaban atas keyakinannya akan kebenaran Islam “Ahad ! Ahad !   Ahad !“  rasa sakit hebat  yang dirasakan pada tubuhnya yang telah lemah,   tak lagi mampu mengalahkan keyakinannya atas  kebenaran Islam yang telah diterimanya dari Rasulullah SAW.  (lihat kisah Bilal Bin Rabah dalam 65 manusia langit )

Tahukah anda  mengapa  Rasulullah SAW mampu menyampaikan kebenaran yang telah dibawanya sampai sedemikian  membekasnya di hati Bilal pada saat itu ?  Jawabannya adalah karena                Rasulullah SAW  menyampaikan kebenaran yang dibawanya dengan tulus dan ikhlas.

Kata tulus dan ikhlas mungkin sudah terlalu sering anda dengar, dan saya mengerti apabila anda ingin  sesuatu yang berbeda dalam memahami kata tersebut. Baiklah semoga ilustrasi sederhana ini dapat membuat anda lebih memahami kata tulus dan ikhlas yang saya maksudkan.

Tulus adalah sebuah ungkapan yang bermakna   memberi  tanpa mengharapkan apapun atau tendensi atas kepentingan apapun  dari pemberian itu, selain kebahagiaan hati yang tidak terhingga ketika  kita melihat dan mampu merasakan kebahagiaan orang yang mendapatkan sesuatu dari kita baik secara langsung maupun tidak langsung. Pernahkah anda rasakan itu …….untuk menguji sejauh mana ketulusan itu dapat anda rasakan cobalah resep ini…

Pilih mana saja yang anda mampu…..

  1. Berikan barang yang paling anda sukai pada orang yang membutuhkannya secara sembunyi-sembunyi  meskipun orang itu tidak anda kenal sebelumnya. Usahakan tangan kiri anda pun tidak mengetahuinya. Jika anda tidak sanggup….
  2. Ambil  uang seratus ribu rupiah dari dompet anda dan berikan  kepada seorang peminta-minta di pinggir jalan atau di lampu merah yang anda temui tanpa anda pertimbangkan kenapa anda harus memilih dia,  dan kemudian lupakan begitu saja pemberian anda tersebut sehingga hanya Allah saja yang mengetahuinya.…. Jika anda masih tidak sanggup…
  3. Bayangkan saja  berapa banyak harta, perasaan, keringat dan air mata yang telah diberikan oleh orang tua anda  selama hidupnya kepada  anda, kemudian ingatlah kembali  pernahkah mereka menghitungnya dengan teliti dan kemudian meminta kepada anda untuk mengembalikan semua yang telah mereka berikan ?

Inilah sebenarnya esensi dari sebuah ketulusan.

Ikhlas adalah menerima sesuatu sebagai sebuah kepastian yang memang seharusnya anda terima, apapun bentuknya apakah mengecewakan atau menggembirakan hati anda, sebagai sebuah rancangan Agung Allah SWT bagi hidup dan kehidupan  anda.

Tahukah anda, dengan keikhlasan, sebuah hal yang sepertinya  sangat buruk pun  akan anda  terima dengan sebuah sikap dan  perasaan yang sama yaitu perasaan syukur dan bahagia. Itulah mengapa seorang pemimpin  sejati selalu mampu melihat kebaikan dari segala hal yang  dihadapinya. “ The Great leader will allways seing  good in all “

Sederhananya, cobalah bayangkan pengalaman paling menyakitkan atau menyedihkan  yang pernah terjadi  dalam perjalanan kehidupan yang telah anda lewati, kemudian apabila waktu itu anda berpikir bahwa hal tersebut adalah hal yang terburuk dan terpahit dalam hidup anda,  bisakah kini anda meyakinkan diri anda bahwa hal tersebut ternyata harus terjadi untuk membuat anda seperti sekarang ini. Mampukah anda meyakinkan bahwa  hal pahit itu sebenarnya adalah sebuah pintu yang harus anda lewati untuk meraih kebahagiaan di saat ini.

Orang yang memiliki tingkat keikhlasan yang tinggi dalam hidupnya adalah orang yang tidak perlu menunggu waktu lama untuk menyadari bahwa sesuatu yang terjadi pada dirinya adalah sebuah kepastian Allah atas dirinya yang harus segera dia syukuri tanpa harus ditunda. Dia tidak mengenal lagi istilah baik dan buruk atas segala  fase kehidupan yang harus ia jalani, karena dia dengan kuat meyakini bahwa pandangan manusia sangatlah terbatas atas apa yang harus dihadapinya, dia selalu meyakini bahwa Allah telah mempersiapkan  sesuatu yang terbaik bagi dirinya.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ( Al Baqarah 2 : 216 )

Akhirnya ketika anda menyampaikan kebenaran dengan tulus dan ikhlas, maka anda tidak akan marah ketika kebenaran yang anda sampaikan tidak didengarkan atau dipedulikan oleh orang lain yang menerimanya. Yang anda tahu adalah bahwa anda tidak akan pernah berhenti  untuk menyampaikan kebenaran karena itu adalah  sesuatu yang memang telah menjadi fitrah anda sebagai manusia yang memiliki jiwa kepemimpinan sejati.

Rasululah adalah manusia suci yang telah Allah jaga untuk tidak dinodai oleh kotornya jelaga dosa, tetapi ketika beliau menyampaikan kebenaran ( Tabligh)  tidak semua manusia di  muka bumi ini mampu menerimanya dengan sepenuh hati, bahkan terkadang beliau harus, terluka, terhina dan direndahkan oleh orang yang seharusnya berterima kasih kepadanya. Itulah tabligh, beliau  sadar bahwa menyampaikan kebenaran adalah sebuah tugas suci yang  prosesnya harus dia jalani dan nikmati sebagai sebuah amanah dari Allah kepada manusia sebagai seorang khalifah di muka bumi, dan hasilnya tetaplah beliau kembalikan kepada Allah SWT karena Allah-lah pemilik dan penggenggam hati, Allah-lah  pemilik cahaya hidayah  bagi hati manusia.

Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (Al Baqarah 2 : 269 )

Anda adalah seorang Khalifah !!

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR TTG KOMITE KEPERAWATAN RSI ASSYIFA SUKABUMI

Lampiran        :  Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi

Nomor             :  295/ SK-RSIA / V / 2009

Tanggal           : 25 Mei 2009

28 Jumadil Awal 1430 H

Tentang           :  Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi Tentang STRUKTUR ORGANISASI KOMITE KEPERAWATAN Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi PERIODE TAHUN 2009 – 2012.

KETUA                    :  WAHYUDI HERMAWAN, AMK.

SEKRETARIS           :  ERNAWATI, AMK

SUB KOMITE PRAKTEK KEPERAWATAN

KETUA                    :  ADE IRMA HADIAH, AMK.

ANGGOTA              :

SRI KARYUNI, A.Md.Kep.

ANDRIS BAGJA UMBARA A.Md.Kep.

ITA MUSTAQIMAH, AMK.

EDI SANJAYA, AMK.

SUB KOMITE PENGEMBANGAN PROFESI

KETUA                    :  CYNTIA YUNIAWATI A.Md.Kep.

ANGGOTA              :

SANI LIA, A.Md.Keb.

LIA NURMALASARI, AMK.

PAHLEVI, A.Md.Kep.

YAYU SRI WAHYUNI, AMK.

SUB KOMITE MUTU KEPERAWATAN

KETUA                    :  DEDE KURNIASIH, AMK.

ANGGOTA              :

WIWI WIDINAWATI, A.Md.Kep.

RIZKI AMELIA, A.Md.Kep.

NINING KURNIASIH, A.Md.Kep.

ADE NURHIDAYAT, AMK.

Lampiran        :  Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi

Nomor             :  295/ SK-RSIA / V / 2009

Tanggal           : 25 Mei 2009

28 Jumadil Awal 1430 H

Tentang           :  Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi Tentang STRUKTUR ORGANISASI KOMITE KEPERAWATAN Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi PERIODE TAHUN 2009 – 2012.

KETUA KOMITE KEPERAWATAN

A. FUNGSI

Komite Keperawatan mempunyai fungsi memberikan masukan kepada Direktur dalam hal yang berkaitan dengan mutu pelayanan perawat, perencanaan program pelayanan, penelitian dan pengembangan pelayanan perawat.

B. TUGAS POKOK

Komite Keperawatan mempunyai tugas pokok membantu Direktur dalam hal menyusun, menetapkan Standar Asuhan Keperawatan di rumah sakit, memantau pelaksanaan asuhan keperawatan, menyusun model praktek keperawatan profesional, memantau dan membina perilaku etik dan profesional tenaga keperawatan, meningkatkan profesionalisme keperawatan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan seiring kemajuan IPTEK yang terintegrasi dengan perilaku yang baik, bekerja-sama dengan Divisi Keperawatan dalam merencanakan program untuk mengatur kewenangan profesi tenaga keperawatan dalam melakukan asuhan keperawatan sejalan dengan rencana strategi rumah sakit, memberi rekomendasi dalam rangka pemberian kewenangan profesi bagi tenaga keperawatan yang akan melakukan tindakan asuhan keperawatan, mengkoordinir kegiatan-kegiatan tenaga keperawatan, menyampaikan laporan kegiatan Komite Keperawatan secara berkala (setahun sekali) kepada seluruh tenaga keperawatan rumah sakit.

C. WEWENANG

  1. Memberikan masukan kepada seluruh manager keperawatan dalam melakukan pembinaan norma dan etika profesi Perawat/Bidan ;
  2. Meminta rekapan laporan pembinaan rutin terhadap Staf Fungsional Keperawatan kepada seluruh Manager Keperawatan.
  3. Atas persetujuan Direktur menyelenggarakan  rapat kordinasi dengan seluruh manager keperawatan dalam rangka menata sistem pelayanan keperawatan ;
  4. Menyusun dan mengajukan konsep yang mengatur wewenang profesi Perawat/Bidan kepada Direktur ;
  5. Memantau  dan memberikan masukan kepada seluruh manager keperawatan tentang proses pelaksanaan SAK ( Standar Asuhan Keperawatan ) ;
  6. Mengajukan pengembangkan program Pendidikan dan Pelatihan serta Penelitian dan Pengembangan bidang keperawatan ;
  7. Melakukan sertifikasi dan mengusulkan lisensi professi

D. TANGGUNG JAWAB

  1. Menyampaikan Laporan berkala  kegiatan Komite Keperawatan setiap bulan kepada Direktur
  2. Menyampaikan laporan kegiatan Komite Keperawatan secara berkala (setahun sekali) kepada seluruh tenaga keperawatan rumah sakit.

E. URAIAN TUGAS

  1. Menyusun standar praktek/asuhan/prosedur keperawatan sesuai lingkup asuhan dan pelayanan serta aspek penting asuhan di seluruh area keperawatan bersama-sama dengan Kepala Divisi Keperawatan  ;
  2. Memonitor pelaksanaan standar pelayanan Keperawatan ;
  3. Melakukan pengawasan asuhan etika dan mutu Keperawatan ;
  4. Melaksanakan pembinaan etik profesi tenaga Perawat ;
  5. Menangani masalah menyangkut etik profesi tenaga Perawat ;
  6. Berkoordinasi dengan Departemen Quality Assurance dalam hal pengawasan mutu keperawatan ;
  7. Mengembangkan ilmu keperawatan ;
  8. Menjaga kualitas asuhan melalui perumusan rencana peningkatan mutu keperawatan tingkat rumah sakit : menetapkan alat-alat pemantauan, besar sampel, nilai batas, metodologi pengumpulan data, tabulasi, serta analisis data ;
  9. Mengkoordinasi semua kegiatan pemantauan mutu dan evaluasi keperawatan : jenis kegiatan, jadwal pemantauan dan evaluasi, penanggung-jawab pelaksana ;
  10. Mengintegrasikan proses peningkatan mutu keperawatan dengan rencana rumah sakit untuk menemukan kecenderungan dan pola kinerja yang berdampak pada lebih dari satu departemen atau pelayanan ;
  11. Mengusulkan solusi kepada Direktur atas masalah yang terkait dengan keprofesionalan tenaga dan asuhan dalam sistem pemberian asuhan, misalnya sistem pelaporan pasien, penugasan staf ;
  12. Memprakarsai perubahan dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan ;
  13. Mempertahankan keterkaitan antara teori, riset dan praktek ;
  14. Menyampaikan laporan kegiatan Komite Keperawatan secara berkala kepada Direktur dan seluruh tenaga keperawatan rumah sakit ;
  15. Melaksanakan tugas-tugas lain yang dianggap penting sesuai instruksi Direktur.

SEKRETARIS KOMITE KEPERAWATAN

A. FUNGSI

Sekretaris Komite Keperawatan mempunyai fungsi  sebagai pembantu Ketua Komite Keperawatan dalam melaksanakan tugas komite yang berhubungan dengan proses pengelolaan dan pengaturan sistim informasi bagi komite serta menjadi  jembatan penghubung antara ketua komite dengan  seluruh manager keperawatan dan Staf Keperawatan Fungsional (SKF) dalam melaksanakan seluruh program kerja komite keperawatan.

B. TUGAS POKOK

  1. Menjadi sumber dan filter informasi bagi Ketua Komite Keperawatan, dalam memenuhi fungsi, tugas dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan program komite.
  2. Membantu Ketua Komite Keperawatan  dalam mengatur aktivitas kegiatan Komite baik yang bersifat administrative maupun hubungan koordinasi komite
  3. Menjadi perantara bagi bagi Ketua Komite Keperawatan dalam  berkoordinasi dengan  pihak-pihak yang  berhubungan  dengan pelaksanaan program komite.
  4. Memberikan masukan kepada ketua Komite Keperawatan dalam  rangka mempercepat proses keberhasilan  pelaksanaan setiap program komite.
  5. Menjadi Secret Keeper/pemegang rahasia Ketua Komite Keperawatan dalam  kaitannya dengan pelaksanaan tugas komite.
  6. Menjadi mediator  Ketua Komite Keperawatan dengan seluruh anggota Komite.

C. WEWENANG

  1. Memberikan masukan kepada ketua komite keperawatan dalam menetapkan prioritas program komite yang akan di bahas dalam sidang komite
  2. Meminta data dan laporan sosialisasi program komite  kepada  semua ketua sub komite keperawatan
  3. Mengatur dan merencanakan kebutuhan  yang menunjang proses kegiatan komite keperawatan

D. TANGGUNG JAWAB

  1. Mencatat, merapikan  dan melaporkan setiap  hasil  Sidang Komite Keperawatan kepada ketua komite keperawatan untuk ditindaklanjuti oleh Ketua Komite Keperawatan dengan segera.
  2. Mendistribusikan  hasil  keputusan sidang komite keperawatan  kepada seluruh anggota komite dan atau pihak terkait atas persetujuan Ketua Komite Keperawatan
  3. Menyusun dan merekap hasil kegiatan Komite Keperawatan  untuk di tindaklanjuti oleh Ketua Komite Keperawatan sebagai pelaporan tertulis kepada Direktur

E. URAIAN TUGAS

  1. Melaksanakan tugas administrasi  komite yang  meliputi surat menyurat, penyusunan  laporan, dan penyimpanan  arsip pelaporan komite.
  2. Melaksanakan  dan mengatur  agenda kerja tambahan komite yang  meliputi  penerimaan dan pengaturan jadwal koordinasi  komite dan menyusun jadwal pertemuan Ketua Komite Keperawatan dengan seluruh unit terkait yang berhubungan dengan perencanaan penetapan dan pelaksanaan sidang  komite Keperawatan.
  3. Mengatur  keperluan rumah tangga  komite yang berhubungan dengan pengajuan dan pengelolaan  kebutuhan  komite keperawatan dalam melaksanakan setiap program Komite, meliputi alat tulis, media presentasi komite serta persiapan kebutuhan penunjang sidang komite.

SUB KOMITE PRAKTEK KEPERAWATAN

A. FUNGSI

Ketua Sub Komite Praktek Keperawatan  mempunyai fungsi membantu Ketua Komite Keperawatan dalam  melaksanakan program komite  untuk meningkatkan  mutu pelayanan perawat, perencanaan program pelayanan, penelitian dan pengembangan pelayanan perawat.

B. TUGAS POKOK

Menetapkan, mengimplementasikan dan mengevaluasi standar praktek klinik keperawatan tertinggi, konsisten dengan standar profesional yang ditetapkan dan atau yang berkembang dan yang dipersaratkan lembaga pengatur.

C. WEWENANG

Mengajukan agenda sidang kepada ketua komite keperawatan dalam rangka :

  1. Menetapkan dan mengevaluasi lingkup praktek dari perawat profesional dan vokasional : peran dan tanggung jawab staf penunjang asuhan, dan kompetensi umum dan khusus.
  2. Menyusun dan memperbaiki uraian tugas dari staf klinik.
  3. Berpartisipasi dalam tim kredensial dari para pelaksana praktek yang ditetapkan.
  4. Mereview, menyetujui, dan memperbaiki standar asuhan klinik dibidang dimana asuhan keperawatan diberikan.
  5. Menyusun format evaluasi dan review sejawat untuk semua perawat klinik.
  6. Menggunakan temuan-temuan riset keperawatan kedalam praktek klinik bila cocok.
  7. Menyusun dan merevisi sistem dokumentasi keperawatan

D. TANGGUNG JAWAB

  1. Membuat  dan memberkan pelaporan bulanan  kegiatan sub komite  kepada ketua komite keperawatan.
  2. Melaporkan hasil pemantauan sub komite atas seluruh kegiatan pelayanan keperawatan yang berhubungan dengan  proses  pencapaian target  sub komite kepada ketua komite keperawatan setiap minggu.
  3. Mengajukan rapat koordinasi secara insidentil kepada ketua komite keperawatan  untuk membahas  masalah pelayanan keperawatan  khusus yang berhubungan dengan pelaksanaan program sub komite.

E. URAIAN TUGAS

Atas persetujuan Ketua Komite Keperawatan :

  1. Menetapkan dan mengevaluasi lingkup praktek dari perawat profesional dan vokasional : peran dan tanggung jawab staf penunjang asuhan, dan kompetensi umum dan khusus.
  2. Menyusun dan memperbaiki uraian tugas dari staf klinik.
  3. Berpartisipasi dalam tim kredensial dari para pelaksana praktek yang ditetapkan.
  4. Mereview, menyetujui, dan memperbaiki standar asuhan klinik dibidang dimana asuhan keperawatan diberikan.
  5. Menyusun format evaluasi dan review sejawat untuk semua perawat klinik.
  6. Menggunakan temuan-temuan riset keperawatan kedalam praktek klinik bila cocok.
  7. Menyusun dan merevisi sistem dokumentasi keperawatan

SUB KOMITE PENGEMBANGAN PROFESI

A. FUNGSI

Ketua Sub Komite Praktek Keperawatan  mempunyai fungsi membantu Ketua Komite Keperawatan dalam  melaksanakan program komite  untuk meningkatkan  mutu pelayanan perawat, perencanaan program pelayanan, penelitian dan pengembangan pelayanan perawat.

B. TUGAS POKOK

Menetapkan, mengimplementasikan, dan melakukan evaluasi dalam menjaga standar kependidikan yang meningkatkan pertumbuhan keprofesian dan kompetensi klinik tanpa henti.

C. WEWENANG

Mengajukan agenda sidang kepada ketua komite keperawatan dalam rangka :

  1. Menetapkan dan mengevaluasi kebutuhan pendidikan keperawatan dan menetapkan proses-proses untuk memenuhi kebutuhan kependidikan staf bersamaan dengan pengembangan staf.
  2. Meningkatkan akontabilitas individual para perawat untuk pendidikanyang diwajibkan dan memfasilitasi proses kredensial/sertifikasi ulang.
  3. Menetapkan peran dan tanggung jawab preseptor.
  4. Memelihara lingkungan yang kondusif untuk peningkatan dan pemanfaatan riset keperawatan.
  5. Berpartisipasi dalam program rekruitmen, pengakuan, dan retensi melalui kolaborasi dengan bagian SDM/HRD.

D. TANGGUNG JAWAB

  1. Membuat  dan memberkan pelaporan bulanan  kegiatan sub komite  kepada ketua komite keperawatan.
  2. Melaporkan hasil pemantauan sub komite atas seluruh kegiatan pelayanan keperawatan yang berhubungan dengan  proses  pencapaian target  sub komite kepada ketua komite keperawatan setiap minggu.
  3. Mengajukan rapat koordinasi secara insidentil kepada ketua komite keperawatan  untuk membahas  masalah pelayanan keperawatan  khusus yang berhubungan dengan pelaksanaan program sub komite.

E. URAIAN TUGAS

Atas persetujuan Ketua Komite Keperawatan :

  1. Menetapkan dan mengevaluasi lingkup praktek dari perawat profesional dan vokasional : peran dan tanggung jawab staf penunjang asuhan, dan kompetensi umum dan khusus.
  2. Menyusun dan memperbaiki uraian tugas dari staf klinik.
  3. Berpartisipasi dalam tim kredensial dari para pelaksana praktek yang ditetapkan.
  4. Mereview, menyetujui, dan memperbaiki standar asuhan klinik dibidang dimana asuhan keperawatan diberikan.
  5. Menyusun format evaluasi dan review sejawat untuk semua perawat klinik.
  6. Menggunakan temuan-temuan riset keperawatan kedalam praktek klinik bila cocok.

Menyusun dan merevisi sistem dokumentasi keperawatan

SUB KOMITE MUTU KEPERAWATAN

A. FUNGSI

Ketua Komite Keperawatan mempunyai fungsi membantu Ketua Komite Keperawatan dalam  melaksanakan program komite  untuk meningkatkan  mutu pelayanan perawat, perencanaan program pelayanan, penelitian dan pengembangan pelayanan perawat.

B. TUGAS POKOK

Memantau dan mengevaluasi ketepatan dan efektifitas asuhan yang diberikan oleh staf keperawatan sekaligus mengkaji dan memastikan kepatuhan dengan standar dan praktek yang ditetapkan.

C. WEWENANG

Mengajukan agenda sidang kepada ketua komite keperawatan dalam rangka :

  1. Menyusun, merevisi dan menyetujui rencana peningkatan mutu keperawatan.
  2. Mengintegrasikan peningkatan mutu keperawatan dengan rencana RS.
  3. Memantau dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan.
  4. Memastikan kepatuhan terhadap jadwal pelaporan untuk perbaikan kinerja komite.
  5. Mensahkan dan memantau rencana peningkatan mutu pelayanan keperawatan.

D. TANGGUNG JAWAB

  1. Membuat  dan memberkan pelaporan bulanan  kegiatan sub komite  kepada ketua komite keperawatan.
  2. Melaporkan hasil pemantauan sub komite atas seluruh kegiatan pelayanan keperawatan yang berhubungan dengan  proses  pencapaian target  sub komite kepada ketua komite keperawatan setiap minggu.
  3. Mengajukan rapat koordinasi secara insidentil kepada ketua komite keperawatan  untuk membahas  masalah pelayanan keperawatan  khusus yang berhubungan dengan pelaksanaan program sub komite.

E. URAIAN TUGAS

Atas persetujuan Ketua Komite Keperawatan :

  1. Menyusun, merevisi dan menyetujui rencana peningkatan mutu keperawatan.
  2. Mengintegrasikan peningkatan mutu keperawatan dengan rencana RS.
  3. Memantau dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan.
  4. Memastikan kepatuhan terhadap jadwal pelaporan untuk perbaikan kinerja komite.
  5. Mensahkan dan memantau rencana peningkatan mutu pelayanan keperawatan.

SENI BAHAGIA

Tak banyak orang tahu bahwa kebahagiaan / kegembiraan adalah merupakan seni yang dapat dipelajari. Artinya siapa yg mengetahui cara memperoleh merasakan dan menikmati kebahagiaan, maka ia akan memanfaatkan berbagai kenikmatan dan kemudahan hidup ,baik yang ada didepannya maupun yg masih jauh berada dibelakangnya.

Adapun modal utama meraih kebahagiaan adalah kekuatan atau kemampuan diri untuk menanggung beban kehidupan ,tidak mudah goyang oleh goncangan-goncangan, tidak gentar oleh peristiwa-peristiwa,dan tdk pernah sibuk memikirkan hal-hal kecil yang sepele.

Hati yang lemah,tidak punya kemauan,rendah semangat,dan selalu gelisah tak ubahnya dengan gerbong kereta yang mengangkut kesedihan kecemasan dan kekehawatiran .oleh karena itu orang-orang yang  membiasakan jiwanya bersabar dan tahan terhadap segala benturan ,niscaya goyangan apapun dan tekanan darimanapun akan terasa ringan.

Adapun musuh utama kebahagiaan adalah wawasan yang sempit, pandangan yang picik , dan egoisme,karena itu Allah melukiskan musuh-musuhnya sbb:

(mereka dicemaskan oleh diri mereka sendiri Qs.Ali Imran : 154 ) orang-orang yang  berwawasan sempit selalu melihat seluruh dunia ini seperti apa yang mereka alami .mereka tidak pernah memikirkan apa yang terjadi pada orang lain, tdk pernah hidup untuk orang lain,dan tidak pernah memperhatikan sekitarnya.memang adakalanya kita memikirkan diri kita sendiri dan menjaga jarak dari sesama,yaitu tatkala kita sedang melupakan kepedihan. kegundahan, dan kesedihan kita.dan itu artinya kita mendapatkan dua hal secara bersamaan yaitu : membahagiakan diri kita dan tdk merepotkan orang lain .

Satu hal mendasar dalam seni mendapatkan kebahagiaan adalah bagaimana mengendalikan dan menjaga pikiran agar tidak tercepecah di dalam setiap hal yang kita lakukan , karena bila tidak terkendali pikiran-pikiran  itu akan membawa kita  pada berkas-berkas kesedihan masa lalu, dan pikiran liar yang tidak terkendali itu tak hanya akan menghidupi lagi luka lama,tetapi  juga membisikan masa depan yg mencekam. Ia juga dapat tubuh gemetar, keperibadian goyah,dan perasaan terbakar, karena itu kendalikan pikiran ke arah baik dan mengarah pada perbuatan yg bermanfaat.

( Dan bertawakallah kepada Dzat yang maha hidup dan tidak pernah mati ) Qs.Al-Furqan :58) hal yg mendasar utama adalah bahwa kita harus mendapatkan kehidupan ini sesuai dengan porsi dan tempatnya.karena bagaimanapun kehidupan ini seperti permainan yg harus diwaspadai, sebab ia dapat menimbulkan kesedihan, kebencian, kepedihan dan bencana.

Jika demikian halnya sifat-sifat dunia, maka mengapa ia harus ditangisi ketika gagal diraih.

Keindahan hidup didunia seringkali palsu janji-janjinya hanyalah fatamorgana, apapun yang ia lahirkan senantiasa berakhir pada ketiadaan.

Satu hal yang sangat penting adalah bahwa kebahagiaan itu tidak datang begitu saja, tapi harus diusahakan dan dipenuhi segala sesuatu yg menjadi persyaratannya. Lebih dari itu untuk mencapai kebahagiaan kita harus menahan diri dari hal-hal yg tidak bermanfaat. Begitulah cara menempa jiwa agar senantiasa siap diajak mencari kebahagiaan.

Adapun suatu kenyataan yang tidak dapat dihadiri bila kita tidak akan mampu menyapu bersih noda-noda kesedihan dalam diri kita,karena bagaimanapun memang seperti itulah kehidupan dunia itu tercipta.

( kami telah menciptakan manusia dalam susah payah Qs.al-Mulk:2)

semua itu kenyataan, maka kita hanya berkewajiban mengurangi dan bukan menghilangkan kesedihan, kecemasan dan kegundahan pada diri kita .sebab kesedihan itu akan sirna bersama akar-akarnya hanya disurga kelak.

Inilah Dunia.

Orang yang mengetahui apa dan bagaimana Dunia ,niscaya ia akan dapat menghadapi setiap rintangan dan menyikapi tabiatnya yang kasar dan pengecut itu, dan kemudian ia akan menyadari bahwa memang demikianlah sifat dan tabiat dunia itu.

Jika benar dunia seperti yang kita gambarkan diatas, maka sungguh pantas bagi orang bijak, cerdik serta waspada untuk tidak mudah menyerah pada kesengsaraan, kesusahan, kecemasan, kegundahan, dan kesedihan dalam hidupnya. Sebaiknya mereka harus melawan semuanya itu dengan seluruh kekuatan yang telah Allah karunikan kepadanya.

( Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yg menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak pula menyerah .)     ( Qs.Ali Imran :146 )

Taken from                 : La Tahzan

By                                   : Tina

Ruangan                       : Arafah II

Entri Lebih Baru »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.