KODE ETIK PERAWAT DAN BIDAN INDONESIA

KODE ETIK

KEPERAWATAN

INDONESIA

Keputusan MUNAS VI PPNI

Nomor : 09 MUNAS VI/PPNI/2000

MUKADIMAH

Sebagai profesi yang turut serta mengusahakan tercapainya kesejahteraan fisik,material dan mental spiritual untuk mahluk insani dalam wilayah republik Indonesia, maka kehidupan profesi keperawatan di Indonesia selalu berpedoman kepada sumber asalnya yaitu kebutuhan masyarakat Indonesia akan pelayanan keperawatan.

Warga keperawatan di Indonesia menyadari bahwa kebutuhan akan keperawatan bersipat universal bagi klien (individu,keluarga,kelompok dan masyarakat.), sehingga pelayanan yang di berikan oleh perawat selalu berdasarkan kepada cita cita yang luhur,niat yang murni untuk keselamatan dan kesejahteraan umat tanpa membedakan kebangsaan,kesukuan,warna kulit, umur,jenis kelamin,aliran politik dan agama yang di anut serta kedudukan sosial.

Dalam melaksanakan tugas pelayanan keperawatan kepada klien,cakupan tanggung jawab perawat Indonesia adalah meningkatkan derajat kesehatan ,mencegah terjadinya penyakit,mengurangi dan menghilangkan penderitaan serta memulihkan kesehatan di laksanakan atas dasar pelayanan yang paripura.

Dalam melaksanakan tugas profesional yang berdaya guna dan berhasil guna para perawat mampu dan ikhlas memberikan pelayanan yang bermutu dengan memelihara dan meningkatkan integritas pribadi yang luhur dengan ilmu dan keterampilan yang memenuhi standar serta dengan kesadaran bahwa pelayanan yang di berikan merupakan bagian dari upaya kesehatan secara menyeluruh.

Dengan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa ,dalam melaksanakan tugas pengabdian untuk kepentingan kemanusiaan ,bangsa dan tanah air ,persatuan perawat nasional Indonesia menyadari bahwa perawat Indonesia yang berjiwa pancasila dan berlandaskan UUD 1945 merasa tepanggil untuk menunaikan kewajiban dalam bidang keperawatan dengan penuh tanggung jawab ,bepedoman kepada dasar dasar seperti tertera di bawah ini.

PERAWAT DAN KLIEN

  1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai  harkat dan martabat manusia ,keunikan klien ,dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan kesukuan,warna kulit ,umur ,jenis kelamin,aliran politik dan agama yang di anut serta kedudukan sosial.
  2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghomati nilai nilai budaya adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien.
  3. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.
  4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang di ketahui sehubungan dengan tugas  yang di percayakan kepadanya kecuali jika di perlukan oleh yang berwenang sesuai ketentuan hokum yang berlaku.

PERAWAT DAN PERAKTEK

  1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetinsi di bidang keperawatan melalui belajar terus menerus.
  2. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi di sertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
  3. Perawat dalam membuat keputuskan didasarkan pada informasi yang adekuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.

PERAWAT DAN MASYARAKAT

Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

PERAWAT DAN TEMAN SEJAWAT

1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya,dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

2. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten ,tidak etis dan illegal.

PERAWAT DAN PROFESI

  1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkan dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan .
  2. Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan .
  3. Perawat berpartisifasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

KODE ETIK

BIDAN INDONESIA

Keputusan KONAS IBI X

Nomor : 005/SKEP/KONAS IBI X/1988

MUKADIMAH

Dengan rahmat tuhan yang maha esa dan di dorong oleh keinginan yang luhur demi tercapainya :

v   Masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan    pancasila.

v  Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

v  Tingkat kesehatan yang optimal bagi setiap warga Negara Indonesia,maka    ikatan bidan Indonesia sebagai organisasi kesehatan yang menjadi wadah persatuan dan kesatuan para bidan di indonesia  menciptakan kode etik bidan Indonesia yang di susun atas dasar penekanan keselamatan klien di atas kepentingan lainnya.

Terwujudnya kode etik ini merupakan bentuk kesadaran dan kesungguhan hati dari setiap bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan sebagai anggota tim kesehatan demi tercapainya cita cita pembangunan nasional di bidang kesehatan pada umumnya .KIA/KB dan kesehatan keluarga pada khususnya.

Mengupayakan segala sesuatunya agar kaumnya pada detik detik yang sangat menentukan pada saat menyambut kelahiran insan generasi penerus secara selamat,aman dan nyaman merupakan tugas sentral dari para bidan.

Menyadari tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang terus meningkatkan sesuai dengan perkembangan zaman dan nilai nilai sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat ,sudah sewajarnya etik bidan ini berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945 sebagai landasan idela dan garis garis besar haluan Negara sebagai landasan operasional.

Sesuai dengan wewenang dan peraturan kebijakan yang berlaku bagi bidan,kode etik ini merupakan pedoman dalam tatacara dan keselarasan dalam pelaksanan pelayanan profesional.

Bidan senantiasa berupaya memberikan pemeliharaan kesehatan yang komprehensif terhadap ibu hamil ,ibu menyusui ,bayi dan balita pada khususnya sehingga mereka tumbuh berkembang menjadi insane Indonesia yang sehat jasmani dan rohani dengan tetap memperhatikan kebutuhan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga dan masyarakat pada khususnya.

BAB  I

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP

KLIEN DAN MASYARAKAT

  1. Setiap bidan senantisasa menunjang tinggi ,menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya.dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya.
  2. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh  dan memelihara citra bidan .
  3. Setiap badan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien ,keluarga dan masyarakat .
  4. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien,menghormati hak klien dan menghormati nilai nilai yang berlaku di masyarakat .
  5. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien,keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhannya berdasarkan kemampuan yang di milikinya .
  6. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya ,dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal.

BAB II

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP TUGAS

  1. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripura kepada klien ,keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang di milikinya berdasarkan kebutuhan klien,keluarga dan masyarakat.
  2. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi atau rujukan .
  3. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau di percayakan kepadanyan ,kecuali bila diminta oleh pengadilan atau di perlukan sehubungan dengan kepentingan bidan.

BAB III

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP SEJAWAT

DAN TENAGA KESEHATAN LAINNYA

  1. Setiap bidan harus menjalin hubungan yang baik dengan sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi.
  2. Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya.

BAB IV

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PROFESINYA

1.Setiap bidan menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra

profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan

memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat.

2.Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan

meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3.Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian

dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra

profesinya.

BAB V

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP DIRI SENDIRI

1.Setiap bidan harus memelihara kesehatanya agar dapat

melaksanakan tugas profesinya dengan baik.

2.Setiap bidan seyogyanya berusaha untuk meningkatkan

pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan

ilmu pengetahuan dan teknolgi.

BAB VI

KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PEMERINTAHAN NUSA,

BANGSA DAN TANAH AIR

1.Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa melaksanakan

ketentuan ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan,

khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga .

2.Setiap bidan melalui profesinya berpartisifasi dan menyumbang

pemikiranya kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu

jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan

kesehatan keluarga.

BAB VII

PENUTUP

Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik Bidan Indonesia.

About these ads

2 Komentar

  1. April 22, 2010 pada 7:12 pm

    di rumah sakit, seringkali kita dihadapkan dengan permasalahan perawat dengan permasalahan tidak hanya menyangkut masalah etika profesi, termasuk masalah etika umum, performen kerja yang jelek & sikap dalam lingkugnan kerja ang jelek. seringkali antara kami komite ke[perawatan, sdm, bidang keperawatan saling tunjuk untuk menyelesaikannya, lalu sebbenarnya manakan hal yang harusnya di selesaikan oleh komitekeperawatan, atau bidang keperawatan atau SDM, adakan referensi alur & sistem penelesaiannya?”

  2. yulius said,

    April 1, 2012 pada 10:54 pm

    saya ingin bertanya apakah bisa perawat mengambil alih pekerjaan seorang bidan desa didesa sementara bidan tersebut ada di desa tersebut, apakah tidak melanggar koe etik perawat dan bidan terimakasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: