DRAFT PEDOMAN PELAYANAN KEPERAWATAN / KEBIDANAN ISLAMI RUMAH SAKIT ISLAM ASSYIFA SUKABUMI

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohamanirrohim,

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

SDM pelayanan keperawatan merupakan salah satu tenaga professional yang memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Islam Assyifa sukabumi,dimana dalam menjalankan tugasnya berlandaskan ajaran islam dan dapat di pertanggung jawabkan secara moral.

Untuk memberikan jaminan mutu moral profesi dan sebagai pengontrol tingkah laku pemberi pelayanan keperawatan,perawat dan bidan Indonesia sebagai masyarakat moral (profesi) telah merumuskan Kode Etik Keperawatan Indonesia dan kode Etik Bidan Indonesia sebagai system nilai profesi yang di anutnya.

Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi sebagai institusi yang telah melibatkan profesi keperawatan dan kebidanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengakui Kode Etik Keperawatan Indonesia dan Kode Etik Bidan Indonesia sebagai sistem nilai profesi yang di anutnya.

Untuk menegaskan konsep dan cirri khas Islami dalam mengaplikasikan  pelayanan keperawatan dan kebidanan di Rumah Sakit Islam Assyifa, maka melalui Sidang Pleno Komite Keperawatan I yang telah dilaksanakan pada hari Selasa Tanggal 16 bulan Juni tahun 2009  telah dirancang sebuah Pedoman Pelayanan Islami Keperawatan dan Kebidanan  sebagai  acuan dalam memberikan pelayanan keperawatan dan kebidanan yang diharapkan akan memunculkan nilai Keislaman secara khusus yang tentunya tetap sejalan dengan nilai yang dianut dan ditetapkan di dalam Kode Etik Keperawatan Indonesia dan Kode Etik Kebidanan Indonesia.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Sukabumi ,Juni 2009

KOMITE KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT ISLAM ASSYIFA

KETUA

Wahyudi Hermawan

PEDOMAN PELAYANAN ISLAMI

KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

DI RUMAH SAKIT ISLAM ASSYIFA SUKABUMI

AHLAK PRIBADI PERAWAT / BIDAN

  1. Salimul Aqidah

Memiliki akidah yang bersih sehingga dalam menghadapi klien selalu berusaha menunjukan sikap empati dengan mengedepankan professionalisme yang sejalan dengan aqidah Islam yang kuat.

  1. Shahihul ibadah

Memberikan pelayanan terbaik kepada klien bukan semata-mata ingin mendapatkan penghargaan, pujian atau pemberian yang bersifat materi dari klien tetapi lebih dari itu adalah untuk beribadah dan mencari Ridho Allah SWT.

  1. Mathinul Khuluq

Memberikan pelayanan kepada klien dengan integritas profesi yang memiliki kekuatan ahlaq yang Islami  yang berorientasi pada pelayanan terbaik bagi klien.

  1. Mutsaqqoful Fikri

Memberikan pelayanan keperawatan kepada klien dengan menggunakan evidence base yang jelas yang dapat dipertanggungjawabkan secara professional sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi.

  1. Qowiyyul Jismi

Memberikan pelayanan kepada klien harus memiliki jasmani yang sehat yang tidak beresiko negatif bagi klien maupun bagi perawat itu sendiri

  1. Qodirun Alal Kasbi

Berhubungan dengan klien dengan mempertimbangkan kemampuan dirinya dalam memberikan pelayanan secara professional, sehingga perawat tidak memberikan pelayanan di luar kompetensinya sebagai seorang perawat.

  1. Munazhzhamun Fi Syuunihi

Bekerja memberikan pelayanan kepada klien dengan konsep yang sistematis dimulai dari Pengumpulan dan analisa data, penentuan diagnosa  keperawatan, merencanakan tindakan keperawatan, melaksanakan tindakan keperawatan dan  melakukan evaluasi keberhasilan asuhan keperawatan.

  1. Mujahadatun Linafsihi

Dalam  berhubungan dengan klien harus mampu mengendalikan hawa nafsunya sehingga selalu memandang pasien  dengan holistic  mencakup kebutuhan Bio, Psiko, Sosial dan Spiritual, dan bekerja  dengan mengedepankan empati.

  1. Haritsun Ala Waqtihi

Dalam  memberikan pelayanan kepada klien harus menghargai waktu  dalam semua fase hubungan dengan pasien dimulai dari fase pra interaksi, orientasi, interaksi dan terminasi.

10. Nafi’un Lighoirihi

Memberikan pelayanan terbaiknya kepada klien harus mampu mampu membangun sebuah persepsi yang dirasakan sebagai sebuah manfaat  yang secara langsung dapat dirasakan oleh klien  sehingga perawat  dapat menjadi seorang care giver, advocate, educator, konselor, kolaburator, coordinator, dan researcher yang dapat membantu klien dalam upaya mencapai tujuannya untuk hidup sehat secara optimal.

LANDASAN KERJA DAN PERILAKU PERAWAT/BIDAN

1. Iman-Islam-Ihsan

a.  Percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kebangkitan dan qadha (peraturan) dan qadar atau kuasa-Nya

b.  Merepresentasikan Keimanannya dengan amal shaleh sesuai dengan syariat Islam

c.  Bekerja dengan konsep Iman dan menggunakan prinsip Ihsan sebagai fungsi control mandiri atas prestasi kinerja yang dicapainya sebagai representasi dari Iman.

d.  Mendirikan dan menjaga shalatnya dan shalat kliennya dalam kondisi  apapun sesuai syaria

2. Taqwa

  1. Bekerja dengan professional untuk    melaksanakan perintah Allah dan menjauhi  larangan-Nya.
  2. Bekerja dengan senantiasa mengendalikan  dorongan emosi dan penguasaan kecenderungan hawa nafsunya dengan memenuhi dorongan itu dalam batas yang diperkenankan oleh ajaran agama.
  3. Bekerja dengan melakukan tindakan yang baik, misalnya berlaku benar, memegang amanah, adil, dapat dipercaya,  dapat menyesuaikan diri dan bergaul dengan orang lain, serta menghindari permusuhan dan kezaliman.

3. Ilmu  ( Professionalime )

  1. Berupaya menerapkan konsep, teori dan prinsip dalam keilmuan yang terkait dalam asuhan keperawatan dengan mengutamakan pedoman pada Al-Qur’an dan Hadits.
  1. Melaksanakan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan Islami melalui kegiatan-kegiatan pengkajian yang  berdasarkan bukti (evidence-based Healthcare).
  2. Mempertanggungjawabkan atas segala tindakan dan perbuatan dengan  berdasarkan   bukti   (evidence-based Healthcare).
  3. Berlaku jujur, ikhlas dalam memberikan pertolongan kepada pasien baik secara individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat dan semata-mata  mengharapkan ridho Allah.
  4. Bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan yang berorientasi pada asuhan keperawatan yang berdasarkan bukti (evidence-based Healthcare).

CIRI KHAS PERAWAT / BIDAN

1. Berpakaian bagi wanita

  1. Seragam menutupi seluruh badan selain wajah dan kedua telapak tangan
  2. Tidak ketat sehingga masih menampakkan bentuk tubuh yang ditutupinya.
  3. Tidak tipis temaram sehingga warna kulit masih bisa dilihat.
  4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
  5. Tidak berwarna mencolok sehingga menarik perhatian orang.
  6. Dipakai bukan dengan maksud memamerkannya.

2. Berhubungan dengan sesama muslim

  1. Memberi bantuan harta dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
  2. Menyebarkan salam
  3. Menjenguknya jika ia sakit
  4. Menjawabnya jika ia bersin
  5. Mengunjunginya   karena Allah
  6. Memenuhi undangannya
  7. Tidak menyebut-nyebut aibnya dan menggunjingnya, secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi
  8. Berbaik sangka kepadanya.
  9. Tidak boleh memata-matai dan mengawasinya, baik dengan mata maupun telinga
  10. Tidak membocorkan rahasianya
  11. Menampakkan perhatian dan kasih sayang kepadanya
  12. Tidak mengghibahnya dan membelanya jika ada seseorang yang mengghibahnya.
  13. Memaafkan kesalahan-kesalahannya
  14. Mendo’akannya dari tempat yang jauh

3. Berhubungan dengan non muslim

  1. Berbuat adil dan baik pada orang non muslim.
  2. Boleh membantu orang non muslim yang menderita
  3. Jangan menghina orang non muslim
  4. Wanita Islam dilarang menikah dengan laki-laki non muslim
  5. Tidak boleh memberi salam kepada orang non muslim
  6. Apabila orang non muslim itu memberi salam, maka jawablah hanya dengan ucapan ‘ Wa’alaikum’

4. Hijab

  1. Perawat wanita memberikan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien wanita
  2. Perawat wanita boleh memberikan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien laki-laki dalam kondisi  khusus atau kegawatdaruratan dimana tidak ada lagi perawat laki-laki yang memungkinkan untuk memberikan bantuan
  3. Perawat laki-laki memberikan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien laki-laki
  4. Perawat laki-laki boleh memberikan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien wanita dalam kondisi  khusus atau kegawatdaruratan dimana tidak ada lagi perawat wanita  yang memungkinkan untuk memberikan bantuan
  5. Perawat memisahkan penempatan ruang perawatan antara pasien wanita dengan pasien laki-laki dewasa, kecuali pasien anak usia 0-7 tahun

About these ads

1 Komentar

  1. lestari said,

    Oktober 15, 2009 at 10:25 pm

    Assalamualaikum…,Bagus banget….ini yang saya cari untuk landasan kepribadian perawat muslim, ada bagusnya kalau ditulis referensinya, misalnya kalau dari al Quran surat apa ? dan arti dari bahasa2 arabnya biar yang tidak terlalu paham bhs arab bisa lebih paham. tks Wassalam…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: